Nasir Minta Rektor UHO Ajak Dialog Mahasiswanya

Berbagi berita ...

SEMARANG (Cakram.net) – Jatuhnya korban jiwa mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara dalam aksi menyuarakan aspirasi, membuat menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir prihatin.

Atas peristiwa ini, Menristekdikti mengaku sudah berkomunikasi dengan kampus UHO. Bahkan ia juga sudah meminta kepada Rektor UHO untuk sesegera mungkin menggelar dialog dengan para mahasiswanya.

“Prinsipnya, jangan ada lagi mahasiswa yang menjadi korban,” ungkap Nasir saat melakukan kunjungan kerja di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sekarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (27/9/2019).

Terkait dengan mahasiswa di Kendari yang menjadi korban, Menristekdikti mengatakan masalah tersebt masih terus didalami. Namun ia mengakui sudah memerintahkan kepada Rektor UHO untuk sesegera mungkin berdialog dengan mahasiswa.

Karena yang menjadi korban itu tertembak peluru tajam, kendati ia juga belum mendapatkan penjelasan mengenai apa penyebabnya.

Karena baru kemarin, Kamis (26/9/2019) sore sekitar pukul 19.00 malam baru berkomunikasi dengan Rektor UHO. “Maka hari ini pun saya juga masih terus memantau perkembangannya,” tandasnya.

Menristekdikti juga menegaskan, jangan sampai ada lagi mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi megkritisi rancangan undang undang tersebut. Mahasiswa harus kembali ke kampus untuk berdiskusi dan berdialog.

Jangan pola jalanan yang digunakan, Mahasiswa itu kan masyarakat intelektual, masyarakat akademik, masyarakat yang paling terdidik. Maka ia meminta agar kampus mengajak mereka bicara supaya nanti bisa menyelesaikan persolan dengan baik.

Menristek juga menyinggung rencananya untuk bertemu dengan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus di tanah air, Nasir mengatakan, sampai dengan Kamis malam belum mendapatkan kepastian.

Sehingga hari ini ia mendatangi acara di Semarang. “Kalau saja kemarin sudah ada kepastian mengenai encana tersebut, pasti saya tidak akan ke Semarang,” tutupnya. (prie)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *