Penggabungan Ilmu Pengetahuan dan Akhlak Sangat Penting

JAMBU, Cakram.net – Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Semarang KH Ahmad Fauzan menyatakan, dalam memberikan pendidikan generasi di MI Ma’arif maupun RA Ma’arif tidak hanya ilmu pengetahuan saja. Namun harus didasari akhlak, agar ilmu pengetahuan yang diberikan tidak menjadi percuma.

“Penggabungan ilmu pengetahuan dan akhlak sangat penting dan wajib di tengah krisis akhlak saat ini. Berikan bekal kepada anak didik, jangan kecil hati belajar di MI. Pak Presiden Soeharto, Gus Dur, Wakil Presiden KH Makruf Amin, dulu sekolah di MI, mereka menjadi orang besar,” kata Gus Zan, sapaan akrab Ahmad Fauzan saat menghadiri pengukuhan Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma’arif Nahdlatul (BP3MNU) Ranting Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang di Gedung RA Al Ma’arif Jambu, Sabtu (30/11/2019).

Gus Zan menyampaikan, generasi di MI juga harus dibekali kebanggaan bahwa budaya Indonesia lebih baik dan lebih santun ketimbang negara Arab sekalipun. Misalnya dalam menyapa orang yang lebih tua, ada sebutan bapak, ibu, pakdhe, budhe, simbah, maupun yang lebih muda dengan sebutan adik.

‘’Guru MI dan RA harus jadi tarbiyah, jadi contoh, jadi uswatun khasanah, bukan lugu tur saru, Guru kalau tidak punya akhlak garus diguwak (dibuang, Red). Guru harus menjadi seperti kanjeng Nabi Muhammad. Kalau guru akhlaknya hancur, kiamat jadi lebih dekat. Karena, penyangga dunia itu budi pekerti dan aklak. Guru, sekali lagi, juga harus mampu menjiwai anak didiknya,’’ tandas pengasuh Pondok Pesantren Al Mas’udiyyah Blater, Jimbaran, Bandungan itu.

Sementara itu, Ketua PC LP Maarif Kabupaten Semarang Kwinto Agus Sadewo menegaskan pula, dikukuhkannya BP3MNU harus membuat lembaga pendidikan di bawah Ma’arif NU Ranting Jambu lebih maju, kreatif, berkembang dan siap menjalankan era teknologi.

“Jangan sampai ketinggalan, BP3MNU harus mampu membawa pendidikan berkembang, mewujudkan generasi unggul dan maju. Masa kerja Kepala MI juga sudah habis, silakan BP3MNU segera mengusulkan nama kepala yang baru, karena sudah habis dan sesuai arahan Ketua PCNU memang harus diganti. Segera usulkan kepada kami, tentu sesuai syarat yang sudah ditentukan dalam aturan Ma’arif,” tandasnya.

BP3MNU Ranting Desa Jambu diketuai Rofiul Umam dengan sekretaris Amin Rohmat. BP3MNU dikukuhkan oleh Ketua Pengurus Cabang LP Maarif NU Kabupaten Semarang Kwinto Agus Sadewa. Selain Ahmad Fauzan, acara pengukuhan juga dihadiri Kepala Desa Jambu Djamhari, Syuriah NU Ranting Jambu Kyai Chabib Usman, Kyai Ahmad Fauzi, Kyai Adib Ubaidillah, para guru MI dan RA Ma’arif Jambu. (dhi)

 

Bagikan:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *