Listrik Melimpah, PLN Dorong Petani Gunakan Pompa Listrik Untuk ‘Oncori’ Sawah

SOLO, Cakram.net – PT PLN (Pesero) mendorong petani di Jawa Tengah dan DIY yang selama ini menggunakan diesel dalam mengoncori sawahnya pada musim kemarau untuk beralih memanfaatkan pompa air bercatudaya listrik. Selain itu, PLN juga mendorong konsumen listrik tegangan menengah bersedia migrasi ke layanan premium.

“Selain lebih murah, penggunaan pompa air bercatudaya listrik tidak menimbulkan polusi. Sedangkan layanan premium memberikan jaminan pelanggan tidak akan mengalami pemadaman listrik. Ketersediaan listrik di Jateng dan DIY cukup melimpah,” kata General manager (GM) PT PLN Unit Induk Distibusi Jateng dan DIY, Feby Joko Priharto usai  acara Penyalaan Pelanggan Premium di Rumah Dinas Loji Gandrung Solo, Rabu (15/1/2020).

Kata Febi, sosialisasi menggunakan pompa air bercatudaya listrik telah dilakukan PLN. Pihaknya juga mendorong  pengusaha pemecah batu beralih menggunakan peralatan bersumber catudaya listrik dari genset berbahan bakar solar.

“Penggunaan listrik untuk menggerakan pompa air dan peralatan lain mampu menekan biaya produksi. Kalau menggunakan motor diesel dibutuhkan  setidaknya Rp 3.000 untuk biaya produksi listrik per KWH, tapi jika menggunakan listrik PLN biayanya hanya Rp 1.500/ KWH,” jelasnya.

Menyinggung jumlah konsumen listrik katagori pelanggan premium di Jawa Tengah dan DIY, diakui Febi masih sangat sedikit. Di kalangan pemerintahan baru Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung yang menjadi pelanggan layanan premium.

Menurut Febi, sejumlah jaminan ditawarkan kepada perlanggan listrik layanan premium, di antaranya tidak akan terjadi pemadaman lebih dari 0,4 detik.

“Aliran listrik bagi pelanggan premium disuplai dari dua sumber, yakni dua gardu induk ataupun satu gardu induk tetapi berbeda trafo. PLN juga akan membayar pinalti ketika listrik pelanggan premium mengalami pemadaman aliran melebihi ketentuan,” ungkapnya.

Besaran biaya pelanggan premium, kata Febi, lebih tinggi sekitar 5 persen dari tarif biasa untuk per KWh.

Sementara itu, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo membenarkan pihaknya telah melakukan migrasi layanan listrik di Loji Gandrung menjadi Premium. Layanan listrik premium juga akan diterapkan di Balaikota Surakarta, sehingga para pegawai tidak perlu waswas terjadinya aliran listrik mati mendadak saat memberikan layanan kepada masyarakat.

“Harapan saya pengusaha di Solo khusunya pengusaha hotel wajib menggunakan layanan listrik premium. Selain memberikan kenyamanan dan keamanan, penghuni hotel juga tidak takut terjadi pemadaman aliran listrik mendadak,” katanya. (baw/dhi)

Bagikan:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *