TPID Surakarta Waspadai Turunnya Pasokan Bawang Putih dari China

SOLO, Cakram.net – Tim Pengendalai Inflasi Daerah (TPID) Surakarta  mewaspadai  menurunnya pasokan  bawang putih seiring merebaknya virus corona di China. Sebab sekitar 95 persen kebutuhan bawang putih di Indonesia dipasok dari China.

“Pasokan bawang putih masih aman, tapi tetap diwaspadai.  Kita akan koordinasi dengan TPI pusat agar distribusi bawang putih tetap lancar,” kata Wakil Ketua TPID Surakarta yang juga Kepala Bank Indonesia Perwakilan Solo  Bambang Pramono saat mendampingi Ketua TPID Surakarta sekaligus Wakil Wali Kota Suraharta Ahmad Purnomo melakukan pantauan harga komoditas di Pasar Legi Solo, Rabu (29/1/2020).

Berdasar data Dinas Perdagangan, ungkap Bambang, pasokan bawang putih per bulan hanya empat kontainer dari sebelumnya 20 kontainer. Meski menurun, pasokan sebanyak itu masih mencukupi permintaan masyarakat Surakarta.

“Untuk  memastikan pasokan kita harus mengetahui apakah daerah produsen bawang putih terdampak virus corona. Karena itu, harus dicari daerah yang tidak terdampak untuk memastikan impornya,” jelasnya.

Terkait harga cabai, Bambang mengakui ada kenaikan harga signifikan. Untuk mengetahui penyebabnya, TPID Surakarta memantau harga di pasar tradisional.

“Ini kan belum mendekati bulan ramadhan, sehingga perlu dipastikan ketersediaannya. Dikhawatirkan permintaan cabai meningkat menjelang ramadhan,” ujarnya.

Ketua TPID Ahmad Purnomo membenarkan tingginya harga cabai khususnya rawit merah (sret). Hasil pantauan di pasar tradisional diketahui harga beli cabai dari distributor sudah tinggi, sehingga saat pedagang menjual harganya dinaikkan Rp 3.000 dari harga distributor. Selisih harga ini merupakan keutungan, biaya kuli serta adanya penyusutan timbangan.

“Situasi harga cabai dari petani dan pedagang sudah diketahui. Kita akan menelusuri ke tingkat distributor dengan harapan dapat memperoleh jawaban mengenai kenaikan harga cabai,” katanya.

Menurut penuturan sejumlah pedagang cabai di Pasar Legi, harga cabai naik sejak akhir minggu lalu. Saat ini harga cabai rawit merah mencapai harga Rp 80.000/ kg dari sebelumnya Rp75.000/ kg. Untuk cabai merah besar harga pembelian dari distributor Rp 48.000/kg dijual Rp 50.000/kg, sedangkan cabai rawit hijau dijual Rp 24.000/kg dari pembelian Rp 22.000/kg.

“Pasokan lancar meski terjadi gagal panen di wilayah Sragen. Pasokan saat ini didatangkan dari Sumberlawang dan Jawa Timur.  Penyebab kenaikan harga capai kami tidak tahu,” tutur Tarni (40)  dan Karti (42), pedagang cabai di Pasar Legi Solo.

Adapun harga bawang putih di Pasar Legi relatif stabil. Pedagang bawang putih, Sawitri menyebutkan harga bawang putih jenis kating Rp 30.000/kg, sedangkan varietas cincao harganya Rp 26.000/kg. “Selama ini pasokan lancar,” ucapnya. (baw/dhi)

Bagikan:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *