Dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro, Seorang Warga Kabupaten Semarang Positif COVID-19

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengatakan satu orang warga Kabupaten Semarang dinyatakan positif COVID-19. Pasien berjenis kelamin perempuan itu saat ini menjalani perawatan di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang.

“Ada satu warga kita yang positif COVID-19. Dia seorang perempuan berusia 46 tahun warga Ungaran Timur,” ungkap Soni, panggilan akrab Gunawan Wibisono usai rapat dengan Forkompimda dan Gugus Tugas Percepatan COVID-19 di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Semarang, Rabu (25/3/2020) malam.

Menurut Soni, pasien positif COVID-19 tersebut habis dari Pulau Bali. Tak lama sepulang dari Bali yang bersangkutan sakit dan dirawat di RS Ken Saras Bergas.

“Dari RS Ken Saras kemudian dirujuk ke RSUD KRMT Wongsonegoro. Hasil hasil laboratorium diketahui Rabu (25/3/2020) pagi, dari Dinkes Provinsi Jateng menyatakan positif COVID-19,” kata Soni.

Berkaitan kasus COVID-19, lanjut Soni, ada tambahan istilah Orang Tanpa Gejala (OTG). Sehingga data Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Semarang menurun dari data sebelumnya sebanyak 454 ODP.

“Istilah OTG itu ketika seseorang memiliki riwayat kontak dengan orang positif COVID-19 atau kembali dari daerah pendemik COVID-19 tetapi tanpa gejala apapun. Kondisinya sehat seperti kita, tapi dia dari Jakarta atau Bali begitu datang ke desa ada laporan langsung masuk OTG,” jelasnya.

Soni menyebutkan, jumlah warga Kabupaten Semarang yang termasuk kategori OTG sebanyak 800 orang. Kemudian ODP sebanyak 131 orang, sedangkan PDP ada 7 orang.

“Banyaknya data OTG dan ODP karena banyak warga Kabupaten Semarang yang sebelumnya bekerja di daerah pandemi COVID-19 seperti di Jakarta kemudian pulang ke rumahnya. Mungkin kondisi saat ini tidak menguntungkan di Jakarta maka memilih pulang,” ujarnya.

Kata Soni, jumlah warga Kabupaten Semarang yang pulang dari Jakarta jumlah cukup besar. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan seperti Ungaran Timur, Pabelan, Bringin dan Kecamatan Suruh.

“Di Ungaran Timur sebanyak 113 orang, tersebar di desa-desa. Mereka kita masukkan dalam kategori OTG jika sehat tanpa gejala, kalau panas dan batuk masuk ODP, dan kalau ada radang paru-paru kategori PDP,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dr Ani Raharjo menambahkan kondisi kesehatan warga Kabupaten Semarang yang dinyatakan positif COVID-19 mulai membaik. “Saat ini kondisinya sudah membaik,” ujarnya.

Ani mengimbau seluruh warga masyarakat untuk melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (germas) serta tetap di rumah dan tidak bepergian. (dhi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *