Tekan Penyebaran COVID-19, Pemkab Kulon Progo Perketat Monitoring Pemudik

KULON PROGO, Cakram.net – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperketat upaya monitor terhadap pemudik dalam rangka menekan penyebaran COVID-19 di wilayah itu.

Direktur RSUD Watas Lies Indriyati di Kulon Progo, Kamis (14/5/2020) mengatakan saat ini, termasuk Kabupaten Kulon Progo, sudah dengan ketat memonitor pemudik.

“Menurut saya, kita di Kulon Progo sangat rapi dan tercatat pelaku perjalanan, isolasi, mandiri dengan pemantuan ketat,” kata Lies.

Menurut dia, ketatnya pengawasan mampu menekan peningkatan kasus confirm COVID-19 positif, bisa jauh di bawah kabupaten/kota lain di DIY. Walaupun kasusnya tetap meningkat.

Ia mengatakan di DIY ada tiga kabupaten yang menjadi zona merah transmisi lokal, yakni Bantul, Sleman, dan Gunung Kidul. Kemudian, di kabupaten luar DIY, ada Magelang dan Purworejo.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang sudah bekerja keras untuk usaha menekan lajunnya penambahan kasus ini. Namun perjuangan belum selesai. Mari kita lebih semangat lagi agar Kabupaten Kulon Progo tercinta ini tidak terjadi transmisi lokal,” kata Lies.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kulon Progo jumlah orang dalam pemantuan sebanyak 1.485 orang, pasien dalam pengawasan ada 73 orang dan pasien positif COVID-19 sebanyak delapan orang. (Ant/Cakram)

Bagikan:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *