Tertular Ayahnya, Seorang Perempuan Warga Bantul Positif COVID-19

BANTUL, Cakram.net – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan seorang perempuan warga Bantul terkonfirmasi positif terpapar virus corona jenis baru itu setelah tertular dari sang Ayah yang sebelumnya dinyatakan positif.

“Hari ini (13/5) ada penambahan pasien positif satu orang, perempuan berusia 19 tahun, dengan kasus tertular dari Ayah yang positif COVID-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa dalam keterangan tertulis di Bantul, Rabu (13/5/2020) malam.

Menurut dia, pasien positif baru tersebut berasal dari Kecamatan Piyungan, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS) Bantul. Ayah yang positif merupakan jamaah kegiatan tabligh di Jakarta yang menjadi klaster penyebaran virus corona.

“Riwayat (pasien) dari klaster tabligh Jakarta,” kata Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul tersebut.

Pada hari yang bersamaan Gugus Tugas COVID-19 Bantul juga mengumumkan ada satu pasien positif yang dinyatakan sembuh atau hasil pemeriksaan swab terakhir negatif. Pasien tersebut berasal dari Kecamatan Sewon.

“Satu pasien sembuh adalah perempuan berusia 39 tahun, yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul,” kata pria yang akrab disapa dokter Oky tersebut.

Dengan adanya tambahan satu pasien positif tersebut, maka jumlah total kasus positif di Bantul sampai  13 Mei sebanyak 49 kasus, sementara pasien sembuh bertambah satu menjadi 14 orang, sedangkan kasus meninggal dua orang, sehingga pasien yang masih positif saat ini ada 33 orang.

“Kami laporkan per 13 Mei jam 20.30 data pasien yang sedang rawat inap adalah untuk pasien konfirmasi positif 33 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 24 orang, pasien orang dalam pemantauan (ODP) tiga orang,” katanya.

Rumah sakit yang merawat pasien positif asal Bantul adalah RSPAU Hardjolukito dua orang, RS Bethesda dua orang, RSLKC Bantul 17 orang, RSPS tujuh orang, RS Jogja International Hospital (JIH) dua orang, RS Umum PKU Muhammadiyah Bantul dua orang, RS Elizabeth satu orang.

“Selalu jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum dan setelah berkegiatan. Tetap beribadah di rumah saja,” katanya. (Ant/Cakram)

Bagikan:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *