Gunung Wayang Jadi Objek Wisata Paralayang Pertama di Lumajang

Berbagi berita ...

LUMAJANG, Cakram.net – Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan Gunung Wayang yang berada di Desa Sumbermujur diharapkan menjadi objek wisata olahraga paralayang yang pertama di Kabupaten Lumajang, sehingga harus dibenahi dan dibangun sejumlah fasilitas sarana yang mendukung.

“Saya berkeinginan agar wisata Gunung Wayang dibangun dan diperbaiki, supaya lebih nyaman sebagai tempat take-offnya paralayang,” katanya dalam rilis yang diterima Antara di Kabupaten Lumajang, Minggu (28/6/2020).

Dengan begitu, lanjut dia, harapannya paralayang itu nantinya bisa berkembang di Kabupaten Lumajang sebagai salah satu spot tourism yang akan diminati warga setempat.

“Saya melihat secara langsung bagaimana kondisi Gunung Wayang yang direncanakan menjadi salah satu tempat tujuan pariwisata paralayang pertama di Kabupaten Lumajang,” tuturnya.

Bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq itu juga berada di puncak Gunung Wayang yang merupakan tempat take-offnya paralayang yang pertama kali ada di Kabupaten Lumajang.

“Dari puncak Gunung Wayang, kami bisa melihat langsung pemandangan Gunung Semeru, hamparan pantai selatan hingga pemandangan sunrise dan sunset yang luar biasa,” katanya.

Ia menjelaskan lokasi wisata Gunung Wayang masih sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah untuk pengembangannya, mulai dari fasilitas penunjang hingga sarana dan prasarana bagi wisatawan yang datang berkunjung.

“Kami melakukan kunjungan ke Gunung Wayang dalam rangka memantau pengelola wisata dalam yang menyiapkan skema penerapan tatanan normal baru tempat wisata , sekaligus memberikan sosialisasi terkait protokol kesehatan kepada warga sekitar,” tuturnya.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wabup Lumajang Indah Amperawati terus memantau sejumlah objek wisata di wilayah setempat dalam menyambut era normal baru di sektor wisata dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Para pengunjung diwajibkan menggunakan masker saat berada di sejumlah objek wisata dan pihak pengelola juga melarang wisatawan tanpa menggunakan masker untuk masuk, kemudian menyediakan tempat cuci tangan dan penyanitasi tangan, serta jaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. (Ant/Cakram)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *