Jadi Kurir Sabu, Sopir Taksi Online Diringkus Satnarkoba Polres Semarang

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Seorang sopir taksi online berinisial VEP (48), warga Genuk Baru, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candirsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, diringkus anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Semarang karena diduga menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu. Polisi menyita satu gram sabu-sabu berwarna hijau yang dibungkus dalam plastik klip kecil.

Terbongkarnya peredaran narkoba tersebut menindaklanjuti informasi adanya penyalahgunaan narkoba dari masyarakat yang diterima Satnarkoba Polres Semarang. Informasinya ada transaksi sabu-sabu di daerah Babadan Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Saat dilakukan penyelidikan polisi mencurigai sebuah mobil Datsun Go H 8873 NR warna abu-abu metalik yang berhenti di tepi jalan raya depan Nissin. Polisi langsung menghampiri mobil yang kemudian diketahui disopiri oleh VEP tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan satu bungkus plastik klip kecil berisi sabu-sabu warna hijau di bawah kemudi. Ditemukan juga sebuah pipet kaca, sebuah selang karet transparan,  dua buah sedotan plastik transparan, dan korek api gas warna biru,” ungkap Kapolres Semarang, AKBP Gatot Hendro Hartono di Mapolres Semarang, Kamis (9/7/2020).

Dari pengakuan tersangka, lanjut Kapolres, sabu-sabu berwarna hijau itu akan diantar kepada pemesannya di daerah Babadan. Dia mendapatkan imbalan sabu-sabu saat mengantar barang haram tersebut.

“Awalnya hanya mengaku sebagai kurir, tapi setelah didalami oleh anggota ternyata dia juga pemakai sabu. Terkait informasi asal usul sabu-sabu dari dalam Lapas masih kita dalami,” kata Kapolres didampingi Kasat Narkoba AKP Andi Prasetyo.

Menurut Kapolres, tersangka VEP dijerat pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotiba dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar. Saat ini tersangka ditahan untuk menjalani proses hukum.

“Transaksi sabu-sabu ini dilakukan secara online. Setelah pembayaran, si penjual memberitahu pembeli atau pemesan untuk mengambil di suatu tempat,” ujarnya.

Sementara tersangka VEP mengaku sabu-sabu berwarna hijau itu bukan miliknya. Dia hanya diminta oleh seseorang untuk mengantarkan ke pemesan.

“Sabu-sabu itu dari Kedungpane, saya hanya disuruh mengantar ke Babadan dengan imbalan sabu-sabu. Saya diminta mengambil sebagian sabu-sabu yang saya dikirim itu,” aku bapak dua anak itu.

VEP juga mengakui kalau dirinya mengonsumsi sabu-sabu. Awal dia menggunakan sabu-sabu tahun 2015.

“Kalau pakai sabu-sabu stamina terasa tidak ada capeknya,” ucapnya.

Selain meringkus VEP, polisi juga mengungkap kasus narkoba lainnya dengan dua tersangka berinisial BS warga Pasekan Ambarawa dan JP alias Pesek  warga Bawen, Kabupaten Semarang. BS dan Pesek diringkus di lokasi berbeda.

Polisi menyita barang bukti sabu-sabu satu gram lebih dari kedua tersangka. Tersangka BS mengaku membeli satu gram sabu-sabu seharga Rp1,150 juta. (dhi/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *