Kasus Positif COVID-19 di Bandungan Melonjak, Pembukaan Tempat Karaoke Dievaluasi

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang tengah mengevaluasi tempat karaoke di kawasan Bandungan yang sudah beroperasi lagi menyusul terjadinya lonjakan kasus positif COVID-19 di Kecamatan Bandungan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Semarang mencatat jumlah kasus positif COVID-19 di Kecamatan Bandugan pada Selasa (14/7/2020) sebanyak 33 kasus.

Bupati Semarang dr Mundjirin mengatakan uji coba pertama pembukaan tempat hiburan karaoke dengan penerapan protokol kesehatan dan protokol pencegahan virus Korona sudah dilakukan di Bandungan. Namun kelonggaran yang diberikan kepada tempat karaoke akan dievaluasi seiring perkembangan kasus COVID-19 di wilayah itu.

“Kita sedang mengevaluasi dibukanya kembali tempat hiburan karaoke di Bandungan. Uji coba pertama pembukaan kembali karaoke sudah dilakukan,” katanya usai mengikuti Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Selasa (14/7/2020).

Evaluasi itu dilakukan untuk mengetahui penerapan protokol kesehatan di tempat karaoke. Karena disinyalir penerapan protokol kesehatan di tempat karaoke diabaikan.

“Karena karaoke kalau orang nyanyi itu mikroponnya harus ditutup dan nyanyinya tetap memakai masker, jangan dibuka karena berisiko terjadi penularan,” tandasnya.

Mundjirin mencurigai diabaikannya penerapan protokol kesehatan berkontribusi adanya penambahan kasus positif COVID-19 di Bandungan.

“Positifnya ada sembilan. Untuk sementara karaoke kita tutup lagi, kita evaluasi lagi sesuai protokol kesehatan atau tidak,” ungkapnya.

Menurut Mundjirin, pemkab juga akan mengevaluasi dibukanya kembali tempat-tempat wisata. Sebab sejumlah tempat wisata di Kabupaten Semarang sudah mengajukan permohonan untuk dibuka lagi seperti Dusun Semilir, Saloka Theme Park Tuntang dan Three Top Kopeng.

“Tapi kita minta memperlihatkan kesiapan pengelola tempat wisata dalam melaksanakan pembatasan kegiatan. Mereka sudah memberikan laporan berupa dokumentasi penerapan protokol kesehatan dalam bentuk file maupun CD,” ujarnya.

Kata Mundjirin, penerapan protokol kesehatan akan terus dipantau. Beberapa tempat sudah dikunjungi oleh Satpol PP Kabupaten Semarang.

“Meskipun penerapannya sudah bagus tetap dibatasi, jangan sampai melebihi 50 persen dari kapasitas yang biasa. Seperti di Three Top itu biasanya 500 pengunjung, jangan sampai 500 pengunjung tetapi 250 orang paling banyak,” jelasnya.

Mundjirin menandaskan, jam operasional tempat wisata pun dibatasi. Sore hari tempat wisata harus sudah tutup.

“Jangan tempat rekreasi sampai malam, sore harus sudah tutup,” tegasnya.

Sementara berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang tercatat jumlah kasus positif COVID-19 di Kecamatan Bandungan per Selasa (14/7/2020) sebanyak 33 orang.

“Rinciannya, tiga orang dirawat, 25 orang menjalani isolasi, tiga orang meninggal dan dua orang dinyatakan sembuh,” beber Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan.(dhi/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *