KPU Kabupaten Semarang Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang memusnahkan ribuan surat suara rusak dan kelebihan cetak surat suara dengan cara dibakar di halaman Kantor KPU setempat, Selasa (8/12/2020).

Pemusnahan surat suara tersebut disaksikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang M Talkhis, Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo dan Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Inf Loka Jaya Sembada, dan Satpol PP Kabupaten Semarang.

“Total surat suara yang dimusnahkan sebanyak 3.518 lembar, terdiri 3.481 surat suara rusak dan 37 surat suara kondisi baik karena kelebihan cetak. Pemusnahan surat suara ini bertujuan agar tidak disalahgunakan,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi usai pemusnahan surat suara.

Maskup menjelaskan, pemusnahan surat suara rusak maupun kelebihan cetak tersebut sesuai ketentuan surat KPU RI Nomor 1099/PP.09.5-SD/07/KPU/XI/2020 tentang Kriteria Surat Suara Tidak Layak dan Rusak/Cacat, Pengesetan dan Pengepakan, serta Pemusnahan Surat Suara Tidak Layak dan Rusak/Cacat dan/atau Berlebih. Dalam surat tersebut disebutkan surat suara rusak dan kelebihan cetak harus dimusnahkan sebelum pelaksanaan pemungutan suara.

“Untuk jumlah surat suara yang digunakan untuk keperluan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang sesuai daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 770.593 pemilih ditambah 2,5 persen. Sehingga kita harus memastikan surat suara yang disampaikan kepada pemilih melalui tempat pemungutan suara (TPS) betul-betul sesuai DPT ditambah 2,5 persen,” jelasnya.

Ditanya soal penghitungan cepat, Maskup mengatakan rekapitulasi hasil perolehan suara di TPS menggunakan sistem informasi rekapitulasi (sirekap). Hal ini sesuai PKPU Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Kota.

“Adanya kendala-kendala dalam sirekap masih kita benahi. Dengan adanya sirekap harapannya hasil peroleh suara difoto dengan aplikasi dan hasilnya langsung terbaca di KPU,” katanya.

Kata Maskup, penggunaan sirekap tersebut sebagai bentuk transparansi. Karena hasil perolehan suara di TPS setelah difoto dan masuk aplikasi merupakan jejak digital yang akan terus terbaca.

“Sehingga kalau nanti ada hal-hal yang salah atau berubah ada jejak digitalnya,” ujarnya.

Terkait distribusi logistik pilkada, Maskup menyatakan H-1 pemungutan suara sudah hampir 99 persen sudah sampai TPS. Untuk pendistribusian di TPS-TPS  tertentu dengan pertimbangan faktor alam didahulukan demi keamanan semuanya.

“Mungkin Selasa sore ada yang baru akan dikirim ke TPS karena berbagai faktor. Misalnya di Dusun Borangan dan Sapen (Desa Candirejo Kecamatan Pringapus), logistik sudah sampai di sana meskipun pendistribusiannya harus lewat sungai Jragung,” imbuhnya. (dhi/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *