Wali Kota Salatiga Minta DPUPR Awasi Kualitas Proyek

Berbagi berita ...

SALATIGA, Cakram.net – Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Salatiga untuk melakukan pengawasan serius terhadap kualitas pekerjaan suatu proyek.

Hal itu disampaikan Wali Kota saat kegiatan pengarahan staf DPUPR yang dipandu Pelaksana harian (Plh) Sekda Kota Salatiga, Muthoin di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga , (12/1/2021).

Dalam arahannya, Yuliyanto berharap Kota Salatiga memiliki laboratorium aspal, besi, dan beton. Sehingga pengujian kualitas pekerjaan tidak harus bekerja sama dengan daerah lain.

“Selama ini pengujian kualitas pekerjaan masih bekerja sama dengan daerah lain, ini potensi mendatangkan PAD jika Kota Salatiga memiliki sendiri laboratorium tersebut,” katanya.

Menurut Yuliyanto, jika memiliki laboratorium juga akan mempercepat proses pekerjaan. Karena pengujian kualtias tidak harus menunggu hasil yang diujikan ke Kota Semarang.

“Dalam pekerjaan suatu proyek tolong para pengawas melakukan pengawasan secara baik. Proyek yang sudah menggunakan barang dan bahan berkualitas namun jika tukang dalam pengerjaan atau pemasangan asal-asalan nanti jadinya juga tidak bagus,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Salatiga, Suryana Adhi  Setyawan menyampaikan soal keterbatasan jumlah personel serta kendala yang masih dialami di DPUPR.

“Anggaran belanja tahun 2021 di DPUPR sebesar Rp97,9 miliar sekian. Adapun jumlah personel kami sebanyak 95 pegawai, terdiri rincian 53 aparatur sipil negara (ASN), 42 orang non-ASN dan baru saja kita mendapat tambahan dua orang CPNS,” ungkapnya.

Suryana mengatakan, kendala yang cukup tampak dan perlu diantisipasi antar lain banyak saluran irigasi rusak. Selain itu, pemanfaatan saluran irigasi yang tidak sesuai dan pemanfaatan saluran air yang tumpang tindih.

“Kendala lain yang dihadapi adalah potensi belum terpastikan dan terkoneksinya rencana antarbidang, misalnya bidang yang menangani gedung merencanakan talud sementara bidang yang mengerjakan jalan juga merencanakan pembuatan talud,” bebernya.

Selain itu, lanjut Suryana, belum teranggarkannya pemeliharaan yang ekstrim. Karena sarana banyak kerusakan, misalnya di Jalan Dipengoro banyak lampu penerangan yang rusak dan hilang. Kemudian belum terinventarisirnya aset di bawah aspal.

“Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan BPN,” tambahnya. (Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *