Disdikbudpora Kabupaten Semarang Fokus Persiapkan Ujian Sekolah

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang tidak akan mengeluarkan surat edaran lagi terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro. Saat ini Disdikbudpora Kabupataen Semarang tengah fokus mempersiapkan ujian sekolah menyusul adanya kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI yang meniadakan Ujian Nasional (UN) 2021.

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo mengatakan pihaknya mengacu pada Instruksi Mendagri Nomor 4 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Mengotimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19. PPKM skala Mikro diperpanjang mulai 23 Februari sampai 8 Maret 2021.

“Kami tetap mengikuti serta mematuhi instruksi dari Mendagri. Prinsipnya, kami harus fokus pada persiapan ujian sekolah,” kata Sukaton, Kamis (25/2/2021).

Sukaton mengungkapkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI sudah mengeluarkan Surat Edaran tentang Peniadaan Ujian Nasional (UN) 2021 sekaligus mengatur syarat kelulusan pengganti UN 2021. Berkaitan soal ujian bagi siswa pada satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), sejauh ini sudah dipersiapkan mengacu rambu-rambu yang disampaikan Mendikbud.

“Menteri Pendidikan memperbolehkan tatap muka, sementara Mendagri tidak memperbolehkan. Kami tetap mematuhi kebijakan Mendagri sampai 2022, mudah-mudahan 2022 pandemi bisa selesai. Ketika sudah selesai, kita di sektor pendidikan rada lega (agak lega),” ujarnya.

Rencananya ujian digelar April 2021, dimulai SD terlebih dahulu kemudian SMP. Mata pelajaran yang diujikan meliputi IPA, IPS, Matematika, dan Bahasa Indonesia.

“Walaupun seluruh siswa mengikuti ujian sekolah, tetapi empat mata pelajaran itu yang harus kami perhatikan. Soal sudah disusun, acuan kurikulumnya sama, yakni kurikulum 2020,” jelas Katon, panggilan akrab Sukaton Purtomo Priyatmo.

Katon mengimbau masing-masing kepala sekolah, baik SD maupun SMP sederajat di Kabupaten Semarang agar menyikapi dan patuh pada regulasi yang sudah ada. Termasuk dalam hal persiapan ujian sekolah, sehingga ia yakin nantinya bisa berjalan baik dengan mengacu rambu-rambu yang sudah diberikan Disdikbudpora Kabupaten Semarang.

“Ujiannya daring semua, yang ada ujian sekolah tidak ada UN. Perbedaan soal satu dengan yang lain diatur tersendiri, karena rambu-rambunya baik SD maupun SMP dari nasional,” imbuhnya. (dhi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *