UNGARAN, Cakram.net – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang rencananya akan memperluas lokasi penutupan jalan di Kabupaten Semarang selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid 2 pada 25 Januari sampai 8 Februari 2021. Karena penutupan sejumlah ruas jalan yang sudah dilakukan di wilayah perkotaan Ungaran dinilai efektif mengurangi kerumunan.
“Penutupan jalan sebagai upaya membatasi mobilitas masyarakat selama PPKM cukup efektif mengurangi kerumunan, terutama penutupan jalan menuju sejumlah lokasi yang menjadi tempat favorit untuk berkumpul,” kata Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Rudibdo, Selasa (2/2/2021).
Sesuai instruksi Bupati Semarang, lanjut Rudibdo, selama perpanjangan PPKM akan lebih diperketat. Dari hasil evaluasinya ternyata penutupan jalan sangat efektif mencegah kerumunan banyak orang.
“Hasil evaluasi dan kajian kami punya wacana untuk memperluas lokasi atau area penutupan jalan guna mencegah kerumunan. Waktu penutupan jalan ketika nanti diperluas masih sama, yakni pukul 20.00 WIB sampai 23.00 WIB,” ungkap Dibdo, panggilan akrab Rudibdo.
Dibdo mengungkapkan, pada hari biasa dalam durasi waktu setara penutupan jalan terdapat sekitar seribuan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat berlalu-lalang pada jalan-jalan yang sekarang ditutup. Ruas jalan yang ditutup di antaranya dari traffic light Alun-alun Lama Ungaran menuju Alun-alun Lama dan Jalan A Yani Ungaran sampai simpang tiga depan Kantor BKUD Kabupaten Semarang.
“Prinsipnya kami sama dengan Satlantas Polres Semarang, karena kami melakukan persiapan bersama sebelum menerapkan buka tutup jalan selama PPKM,” ujarnya.
Sementara ini pihaknya masih melakukan kajian dari titik sementara terutama dari sisi ekonomi lokasi sekitar penutupan jalan.
Untuk mengurangi penularan COVID-19, lanjut Dibdo, Dishub Kabupaten Semarang secara berkala juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan di beberapa terminal maupun halte bus BRT. Selain itu, pihaknya juga menggelar operasi kendaraan dengan trayek terkait pembatasan kapasitas penumpang maupun kelengkapan kendaraan untuk menyediakan handsanitizer.
“Sosialiasi terkait bahaya COVID-19 juga terus kita lakukan, baik secara langsung maupun melalui siaran pengeras suara yang tersebar pada 7 titik ATCS di persimpangan lampu merah,” imbuhnya. (dhi)
