DLH Magelang Kembalikan Fungsi Sungai dengan Komunitas Merti Kali

Berbagi berita ...

MAGELANG, Cakram.net – Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo mengatakan, ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk mengembalikan peradaban fungsi sungai, yakni kualitas air tercemar atau tidak, kuantitas debit semakin kecil atau tidak di musim kemarau, serta morfologi sungai apakah ada pengikisan.

“Bagaimana kita mengembalikan fungsi sungai, sekarang fungsi sungai cenderung sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah. Tapi fungsi sungai adalah sumber kehidupan.

Seperti zaman dulu sungai adalah sumber pangan (ikan), sumber air bersih, tempat wisata atau tempat bermain dengan air yang bersih dan sarana transportrasi,” ucap Joko dalam Sosialisasi Pencegahan Pengendalian Pencemaran Air Sungai Elo Hulu Kabupaten Magelang di Balai Desa Kalikuto Kecamatan Grabag, Selasa (23/3/2021), dilansir dari laman Pemkab Magelang.

Menurut Joko, sosialisasi tersebut mengarah ke pembentukan Forum atau Komunitas Merti Kali, sesuai dengan Perda No 4 Tahun 2016 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Komunitas Merti Kali  beranggotakan unsur masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, perguruan tinggi dan lain-lain untuk merawat sungai.

“Sebelumnya kami sosialisasi kegiatan serupa di Kali Lamat, Kades dan Lurah semua yang hadir sepakat, di masing-masing desa pemangku sungai akan dibentuk relawan peduli sungai yang akan merawat sungai di masing-masing wilayah mereka.

Dan dibentuk Forum Merti Kali, dengan anggota unsur tersebut, dari desa-desa menyatu dalam forum itu, jadi jika ada apa-apa dengan sungai maka komunikasi lebih mudah,” harap Joko.

Sosialisasi tersebut, juga digelar di wilayah pemangku sungai, seperti daerah yang dilintasi Sungai Elo yang berhulu dari Utara Magelang. Kemudian Sungai Tangsi berhulu di Gunung Sumbing, Sungai Sileng berhulu di Pegunungan Menoreh.

“Nanti desa pemangku sungai-sungai tersebut, akan dilakukan sosialisasi serupa. Target Komunitas Merti Kali sebanyak-banyaknya. Kita ajak masyarakat yang bersentuhan langsung dengan sungai. Hari ini kita undang 15 desa yang dilewati Sungai Elo,” papar Joko.

Sosialisasi kali ini diikuti Kepala Desa dari Kecamatan Grabag dan Secang dengan narasumber FKWA (Forum Komunikasi Winongo Asri) Endang Rojiani. (Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *