‘Rondo Anyar’ di Angkringan Mampir Ngombe Kanjengan Klaten Tingkatkan Imun di Masa Pandemi Covid-19

Berbagi berita ...

KLATEN, Cakram.net – Minum wedang rempah pasti nikmat di minum di malam hari. Apalagi di masa pandemi Covid-19, stamina harus tetap oke untuk menunjang aktivitas.

Bagi yang ingin mendongkrak imun, bagi yang berstamina loyo, coba saja datang ke kedai wedang rempah di Kampung Kanjengan, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, persis di depan pelataran Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Klaten Jalan Lombok Nomor 2 Klaten.

Ada ramuan wedang Rondo Keplengkang, Lorobronto, Ngidam Sari sampai ramuan wedang Rondo Anyar. Makanan Jawa juga siap tersaji di sini. Dari menu soto, pecel, nasi liwet atau sate kambing bisa nikmat disantap mulai jam 14.00 WIB sampai tengah malam.
Suasananya pun bisa memilih. Pembeli bisa santai sambil melihat gemericik Kali Lunyu yang persis di samping lokasi kedai, atau nongkrong minum kopi sambil menunggu angin di bawah ringin Kanjengan yang semilir sepanjang waktu.

Uniknya lagi angkringan yang dirintis Pak Kithong ini mengusung konsep bangunan Jawa Bali. Bangunan Joglo dibuat dari bambu Petung beratap rapak pelepah tanaman tebu yang dirangkai. Ruang dapur dan ruang tamu dipisah dengan tembok pagar yang dihias cat grafiti di sisipi payung khas yang langsung didatangkan dari Bali.

“Angkringin ini saya kasih nama Mampir Ngombe. Konsep bangunannya memadukan ornamen Jawa dan Bali. Maka ada payung-payung di sini. Kami buka jam 14.00 WIB sampai tengah malam. Tentang ramuan dijamin saya racik sendiri,” ungkap Kithong, pria 52 tahun yang tinggal di Kanjengan, dilansir dari laman Pemkab Klaten, Sabtu (3/4/2021).

Bapak tiga anak ini mengaku mengambil rempah-rempah seperti jahe, kencur dan lainnya dari Karang Pandan, Kabupaten Karanganyar. Sebab di sana langsung dari lereng Gunung Lawu sehingga cita rasanya berbeda.

Terkait konsep tempatnya, laki-laki yang sudah 8 tahun menekuni usaha minuman rempah ini mengaku memadukan konsep alam dan pemuliaan sungai.

“Di sini sungainya bersih karena memang dijaga masyarakat. Nanti pengunjung bisa santai sambil melihat gemerincik air. Kebetulan di angkringan Mampir Ngombe ini dekat dengan fasilitas perpustakaan daerah. Diharapkan ketika masyarakat lelah membaca buku, bisa melepas lelah wedangan rempah yang menyehatkan,” jelasnya.

Kithong mengaku menghabiskan dana 30 juta untuk berinvestasi membangun Angkringan Mampir Ngombe. Bisnis ini pun juga sudah dikenal sampai negeri manca.

“Saya mencatat 50 tamu luar negeri pernah menikmati wedang rempah di Klaten. Termasuk dalang kondang Ki Anom Suroto sering pesan dalam kemasan. Kami tunggu kedatangannya masyarakat Klaten dan sekitarnya di Angkringan Mampir Ngombe Sor Ringin Kanjengan” ucapnya. (Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *