Tantangan Makin Komplek, Pelaku Pariwisata Harus Kreatif Menjamu Wisatawan

YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Workshop Resiliensi Industri Pariwisata yang bertujuan memperkuat daya tahan serta kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pariwisata daerah di Gran Kangen Hotel, Kamis 23 Oktober 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Patricia Heni Dian Anitasari, Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Kota Yogyakarta, Agustin Wijayanti yang mewakili Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono dan para narasumber yang berkompeten dibidangnya.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Patricia Heni Dian Anitasari mengungkapkan, selama tiga tahun berturut-turut, sejak tahun 2022 hingga 2024, Kota Yogyakarta dinobatkan sebagai destinasi wisata paling favorit di Indonesia oleh wisatawan nusantara.

Tidak hanya wisatawan domestik saja, berdasarkan data GoodStats, Yogyakarta juga menempati posisi teratas dalam daftar destinasi favorit wisatawan mancanegara Capaian ini tidak sekadar prestasi simbolis, melainkan berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Di mana Pariwisata Yogyakarta terbukti menjadi salah satu penopang utama kesejahteraan masyarakat, penggerak UMKM, penghidup seniman lokal, dan jembatan promosi budaya ke dunia internasional. “Pariwisata bukan sekadar hiburan atau industri musiman. Pariwisata adalah urat nadi perekonomian dan penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *