Tantangan Makin Komplek, Pelaku Pariwisata Harus Kreatif Menjamu Wisatawan

Namun, penurunan jumlah tamu dan efisiensi anggaran pemerintah menjadi salah satu sorotan utama yang sedang dihadapi. Selain itu, Heni juga menyoroti kondisi kampung wisata yang menjadi ciri khas Kota Yogyakarta. Dari sekitar 27 kampung wisata yang telah terbentuk, hanya sekitar separuh yang benar-benar aktif. Banyak diantaranya baru sebatas papan nama tanpa aktivitas nyata.

“Saya membayangkan Jogja seperti Bali. Di mana pun wisatawan datang, selalu ada kehidupan budaya. Jogja punya potensi itu tinggal bagaimana kita menghidupkannya kembali,” tegasnya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh pelaku industri wisata, akademisi, komunitas, dan OPD untuk bergandeng tangan melalui Segoro Amarto yakni semangat gotong royong agawe majune Ngayogyakarta. Kolaborasi ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kehidupan kampung wisata, melibatkan seniman, serta memperkuat promosi melalui media dan teknologi digital.

“Kalau Jogja nyaman, wisatawan akan tinggal lebih lama. Mari kita bersama menciptakan Jogja yang selalu dirindukan,” katanya.

Agustin mengungkapkan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi kini menjadi faktor penting dalam pengembangan pariwisata. Tak hanya sebatas sarana promosi, tetapi juga sebagai daya tarik tersendiri yang memperkaya pengalaman wisatawan.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *