UNGARAN, Cakram.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memasang seismograf di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang. Karena Kabupaten Semarang berpotensi terjadi bencana gempa bumi mengingat adanya sesar Rawa Pening, Sesar Ungaran 1, Sesar Ungaran 2, serta Sesar Merapi-Merbabu.
“Seismograf dipasang BMKG dan BPBD Kabupaten Semarang sudah terpasang hampir tiga tahun lalu. Adanya seismograf membuat warga cukup tenang, karena alat tersebut untuk mendeteksi secara dini potensi terjadinya bencana gempa bumi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Sehingga proses evakuasi bisa lebih cepat dan dapat meminimalisir korban,” ujar Kades Candirejo, Tri Gunawan Setiadi.
Menurutnya, warga tidak hanya bergantung pada seismograf. Tapi warga juga kerap diikutkan dalam kegiatan mitigasi dan antisipasi kebencanaan yang berpotensi terjadi di sekitar kawasa Rawa Pening. ”Kami juga sering mengirimkan beberapa warga sebagai delegasi untuk mengikuti pelatihan penaggulangan bencana bersama Basarnas,” ungkap Wawan, panggilan akrabTri Gunawan Setiadi.
Kata Wawan, Candirejo merupakan salah satu Desa Tanggap Bencana di Kabupaten Semarang, dan sudah membentuk organisasi khusus kebencanaan. Selain sosialisasi, organisasi ini aktif bergerak melakukan berbagai penanggulangan bencana.
Ditanya apakah di desanya pernah terjadi gempa bumi, Wawan menyatakan belum pernah terjadi gempa bumi akibat aktivitas sesar Rawa Pening. “Alhamdulillah belum pernah, kami minta doanya jangan sampai terjadi. Kalaupun ada gempa, biasanya imbas dari wilayah lain, conoth gempa di Salatiga beberapa waktu lalu dampaknya ikut merasakan dan seismograf juga mendeteksi itu,” bebernya.
