SOLO, Cakram.net — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan kondisi persediaan pangan di Jawa Tengah tetap aman, meskipun sejumlah wilayah terdampak bencana banjir.
Menurut Luthfi, ketahanan pangan Jawa Tengah masih kuat, karena produksi pangan daerah ini tetap surplus, bahkan mampu menopang kebutuhan nasional. “Kondisi pangan kita surplus, jadi swasembada pangan kita kuat,” ujar Luthfi, dilansir dari jatengprov.go.id, Rabu 8 April 2026.
Ditambahkan, apabila ada sawah yang terdampak bencana, pemerintah telah menyiapkan skema perlindungan, agar petani tidak menanggung kerugian sendirian. “Kalau ada sawah yang terkena bencana, kita cover dengan asuransi Jamkrida, sehingga masyarakat petani kita bisa terangkat,” katanya.
Data Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah menunjukkan, neraca pangan daerah masih dalam kondisi relatif aman. Per Maret 2026, neraca beras Jawa Tengah tercatat surplus sebesar 702.409 ton. Selain beras, surplus juga terjadi pada komoditas daging dan telur selama periode Januari–Maret 2026, sehingga kebutuhan masyarakat dinilai masih dapat terpenuhi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, sebelumnya menjelaskan hingga awal April 2026 sejumlah indikator produksi menunjukkan tren positif. Untuk komoditas padi, dari target 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG), realisasinya telah mencapai 4.169.353 ton atau sekitar 39,48 persen.
