“Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp10,13 triliun,” ungkapnya, dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng, Minggu 24 Mei 2026.
Luthfi menyampaikan, keseriusan Jawa Tengah dalam mengembangkan ekonomi baru terbarukan (EBT) dan pengelolaan sampah. Ada sekitar tujuh proyek yang siap ditawarkan kepada investor untuk sektor EBT. Di antaranya PLTS, mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi sampah atau waste to energy, dan panas bumi atau geothermal.
“Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah, sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan,” katanya.
Sementara itu, CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua mengatakan, pertemuan para pengusaha dari berbagai industri ini perlu terus diperluas. Perusahaan yang hadir menawarkan sumber daya industri berkualitas tinggi yang sangat kompatibel dan dapat diterapkan secara mendalam. Mencakup perlindungan ekologis dan sumber daya limbah padat yang dipadatkan, memanfaatkan tambang untuk restorasi ekologis, industri energi baru, teknologi digital, manufaktur kelas atas, dan pertanian modern.
“Saat ini, Presiden Prabowo dengan penuh semangat mempromosikan pengelolaan sampah. Seperti menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka di industri ini di Tiongkok,” katanya.
Sementara, CEO PT AAC Technologies Holding, Benjamin Pan, mengatakan, sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menawarkan ruang pasar yang luas, lingkungan pembangunan yang sangat baik, dan potensi pertumbuhan yang sangat besar. “Kami melihat kemungkinan kolaborasi yang tak terbatas,” kata dia.
Sebagai informasi, program DBA Entrepreneur Scholar dari CKGSB merupakan program doktoral eksekutif bergengsi. Program itu menggabungkan riset akademik tingkat lanjut, dengan praktik kewirausahaan dan bisnis. Program tersebut ditujukan bagi para pendiri bisnis dan pemimpin perusahaan senior. CKGSB dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis independen dan nirlaba terkemuka di Tiongkok, dengan jaringan alumni kuat dari berbagai perusahaan unicorn, hingga korporasi multinasional dunia. (*)
