BOYOLALI, Cakram.net – Guna meningkatkan pelayanan publik dan mengantisipasi tingginya risiko kebakaran lahan saat musim kemarau di Boyolali bagian utara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mendirikan Gedung Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kecamatan Wonosegoro.
Gedung pos damkar tersebut dibangun selama 90 hari, terhitung sejak 21 Juli hingga 18 Oktober 2025, dengan menyerap anggaran sebesar Rp312,86 juta.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, meresmikan secara langsung penggunaan pos damkar tersebut pada Kamis 30 Juli 2026. Fasilitas ini disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan di lima kecamatan, yakni Wonosegoro, Wonosamodro, Karanggede, Kemusu, dan Juwangi.
Camat Wonosegoro, Ragil Pambudi, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya pos damkar di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan fasilitas baru ini akan mempercepat penanganan darurat, baik pemadaman kebakaran maupun penanganan evakuasi hewan serta aduan warga lainnya.
“Semoga keberadaan Pos Damkar ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan lebih cepat,” ujar Ragil.
<!–
Dalam peresmian tersebut, Bupati Agus berpesan agar para petugas damkar dapat menjalin komunikasi erat dengan masyarakat serta bersinergi dengan jajaran camat dan kepala desa setempat. “Kehadiran teman-teman semua diharapkan dapat memberikan solusi atas berbagai permasalahan masyarakat di wilayah utara,” kata Agus.
Sebelum meresmikan pos damkar, Bupati Agus sempat meninjau proyek bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Karangjati, Wonosegoro. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan air bersih secara simbolis sebanyak 18 tangki untuk sejumlah desa terdampak kekeringan di Kecamatan Wonosegoro, Juwangi, dan Musuk. Bantuan tersebut dihimpun dari BPBD Boyolali, PUDAM Tirta Ampera, dan Perhiptani Kabupaten Boyolali. (*)
