Di sisi lain, Bupati Semarang memberikan sejumlah wejangan khusus kepada pengurus baru. Beliau meminta seluruh anggota Korpri untuk tetap kompak (guyub rukun) dan membentengi diri dari dampak negatif media sosial, termasuk menjauhi praktik judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.
“Kami mohon bantuan kepada Korpri untuk menekankan kepada seluruh anggota agar tidak mudah terpengaruh berita bohong (hoaks) di media sosial. Hindari judi online, pinjaman online, dan yang tidak kalah penting adalah harus tetap dekat dengan keluarga,” pesan Bupati.
Terkait kedisiplinan, Bupati menegaskan sudah ada aturan dan harus dipatuhi oleh seluruh jajaran, baik PNS, PPPK, maupun pegawai non-ASN yang bernaung di bawah Korpri.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi anggota, Bupati juga menyarankan agar Korpri menyusun prosedur upacara pemakaman khusus bagi anggota yang meninggal dunia. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa bangga dan penghormatan atas dedikasi mereka selama mengabdi kepada negara. (rbd)
