PURBALINGGA, Cakram.net – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengajak dunia usaha mengambil peran lebih besar dalam percepatan penanggulangan kemiskinan melalui penyaluran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga, Drs Suroto MSi saat Sosialisasi Gerakan Purbalingga Gotong Royong di OR Graha Adiguna, Kamis 2 Juli 2026.
Menurut Suroto, Gerakan Purbalingga Gotong Royong merupakan strategi kolaboratif yang menyinergikan pemerintah, dunia usaha, BAZNAS dan lembaga filantropi, perguruan tinggi, media, serta masyarakat untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan.
“Permasalahan kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Dunia usaha memiliki peran yang sangat strategis melalui program TJSL yang terarah dan bersinergi dengan program pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, angka kemiskinan Purbalingga terus menunjukkan tren penurunan, dari 16,23 persen pada 2021 menjadi 12,55 persen pada 2025. Meski demikian, tantangan yang dihadapi masih cukup besar sehingga kolaborasi seluruh pihak tetap dibutuhkan untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
