UNGARAN, Cakram.net — Delegasi Taiwan yang terdiri atas 35 anggota dari unsur pemerintah, industri, akademisi, perusahaan farmasi, bioteknologi, hingga mahasiswa mengunjungi pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Rombongan dari Taiwan tersebut melihat langsung pengembangan industri herbal Indonesia.
Pimpinan delegasi, Prof. Yuan Shiun Chang, Ph.D dari Department of Chinese Pharmaceutical Sciences and Chinese Medicine Resources, College of Chinese Medicine, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan menjajaki peluang kerja sama bahan baku herbal antara Taiwan dan Indonesia.
“Kami tidak datang untuk menjual produk. Kami ingin membeli herbal dari Indonesia. Selama kualitasnya baik dan harganya wajar, kami ingin meningkatkan pembelian dari Indonesia,” ujar Prof. Yuan.
Menurutnya, kebutuhan bahan herbal di Taiwan meningkat setelah pandemi Covid-19 seiring berkembangnya penggunaan Traditional Chinese Medicine (TCM). Taiwan sebelumnya mengembangkan produk berbasis pengobatan tradisional China NRICM-101 atau Ching-Wan-Yi-Hao untuk membantu penanganan Covid-19.
Peningkatan kebutuhan tersebut membuat Taiwan mencari sumber pasokan alternatif karena selama ini masih bergantung pada bahan herbal dari China. Gangguan produksi selama pandemi menyebabkan pasokan terganggu dan harga sejumlah bahan baku meningkat.
