SEMARANG, Cakram.net — Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026 siap dihelat pada 28–30 Agustus 2026 di Kawasan Candi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara. Menginjak penyelenggaraan ke-16, festival budaya tahunan ini mengusung tema “Spirit of Harmony” yang merefleksikan keharmonisan antara manusia, Sang Pencipta, dan alam raya.
Ketua Pelaksana DCF 2026, Alif Faozi, mengungkapkan bahwa event berbasis masyarakat ini membawa misi pariwisata berkelanjutan yang memberi dampak positif bagi kelestarian lingkungan serta perekonomian lokal.
“Sesuai dengan misi kami, Dieng Culture Festival menawarkan konsep pariwisata yang berkualitas,” ujar Alif usai beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (11/8/2026).
Alif menjelaskan, berbagai UMKM lokal akan turut dilibatkan dalam gelaran ini, mulai dari pengrajin Batik Banjarnegara, pembuat caping, produsen olahan carica dan purwaceng, hingga para pelaku industri kopi Banjarnegara.
Selama tiga hari dua malam, rangkaian acara dipusatkan di empat lokasi utama di Kompleks Candi Dieng, meliputi venue Gatotkaca menghadirkan festival kopi lokal dan panggung hiburan, venue Arjuna menjadi lokasi aksi lingkungan Dieng Bersih, Festival Domba Batur, Kongko Budaya bersama Kiai Kanjeng, pertunjukan seni tradisi, serta prosesi sakral jamasan atau pencukuran rambut gimbal terhadap sekitar 10 anak. Kemudian venue Pandawa menampilkan panggung utama musik Jazz Atas Awan—yang kembali hadir setelah sempat digantikan Symphony Dieng pada 2025—serta tradisi minum purwaceng bersama dan pelepasan lampion. Selanjutnya kompleks Candi Dieng: Menjadi area pelaksanaan kirab budaya.
