UNGARAN, Cakram.net – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Semarang membeberkan hasil autopsi sementara terkait penyebab kematian CW (24), pemilik konter HP Royal Phone Ambarawa yang menjadi korban perampokan sadis pada Kamis (6/8/2026) dini hari.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia akibat pendarahan hebat setelah dihantam benda tumpul berupa palu di bagian belakang kepala.
“Yang paling fatal yaitu pukulan dari tersangka menggunakan palu ke bagian belakang kepala. Hasil autopsi sementara menunjukkan adanya retakan pada tempurung belakang kepala yang menyebabkan pendarahan hebat hingga akhirnya korban meninggal dunia,” terang AKP Bodia Teja Lelana di Mapolres Semarang, Sabtu (8/8/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan keterangan tersangka, korban dihantam palu sebanyak lima kali oleh para pelaku. Polisi juga menegaskan bahwa sejak awal para tersangka tidak memiliki niat untuk membunuh korban, melainkan murni berniat melakukan pencurian.
“Awalnya hanya ingin mencuri dan membawa lari barang-barang, tidak ada niat membunuh. Mereka juga tidak mau merusak atau mendobrak konter, sehingga menunggu sampai konter dibuka saat korban baru saja tiba dari luar kota,” jelasnya.
