PEKALONGAN, Cakram.net – Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong para guru dan orang tua untuk melatih pemikiran kritis anak-anak melalui gerakan literasi. Literasi dinilai tidak sebatas kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga memahami informasi secara mendalam.
Pesan tersebut disampaikan Nawal saat membuka Festival Literasi Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 sekaligus mengukuhkan Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan setempat, Kamis (20/8/2026).
Menyesuaikan tema festival “Menyalakan Aksara, Menggerakkan Masa Depan”, Nawal menekankan bahwa edukasi tidak boleh berhenti pada baca, tulis, dan hitung (calistung). Informasi yang diperoleh anak-anak harus mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Nawal mengungkapkan, saat ini masyarakat dihadapkan pada tantangan ganda: peningkatan literasi fisik yang belum optimal serta disrupsi literasi digital era Revolusi Industri 4.0. Perkembangan teknologi kini telah mengubah berbagai lini kehidupan, mulai dari akses bahan ajar digital hingga materi keagamaan via platform seperti YouTube.
Melihat kondisi tersebut, Ketua TP PKK Jateng ini mendorong guru agar mengurangi metode hafalan dan berfokus pada daya kritis siswa. Sementara bagi orang tua, Nawal mengimbau untuk menciptakan ekosistem rumah yang mencintai ilmu agar anak nyaman membaca.
