UNGARAN, Cakram.net – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang, Nafis Munandar, mendorong Pemerintah Kabupaten Semarang untuk memprioritaskan intervensi ekonomi daerah pada penyusunan APBD 2027. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna persetujuan Perubahan APBD 2026 di DPRD Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026).
Nafis menilai alokasi pada Perubahan APBD 2026 masih berfokus pada tiga hal mendesak, yaitu persiapan Pilkades serentak, pemenuhan pelayanan dasar termasuk gaji ASN, P3K, dan tenaga alih daya, serta infrastruktur. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama di tengah kenaikan tarif pajak dan retribusi.
“Untuk menyeimbangkan itu, pemerintah daerah perlu memprioritaskan anggaran intervensi ekonomi daerah. Konsumsi masyarakat merupakan fondasi utama. Jika perekonomian daerah tidak digerakkan, konsumsi nasional akan turun dan target pertumbuhan ekonomi sulit tercapai,” ujar Nafis.
Nafis juga menanggapi klaim pertumbuhan ekonomi Kabupaten Semarang yang dinilai membaik. Ia menyebut data yang disampaikan merupakan potret kinerja tahun sebelumnya. “BPS memotret masa lalu yang sudah terjadi, sementara DPRD harus melihat dan mengantisipasi kondisi di masa depan,” tegasnya.
Menanggapi usulan tersebut, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan bahwa Pemkab Semarang terus berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di angka 5,61 persen. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat maupun pembangunan sarana pendukung.
