Agenda berlanjut dengan Magelang Flower Festival (MFF) pada 25 Oktober–1 November 2026. Festival ini mengangkat potensi flora melalui pameran, pertunjukan seni, karnaval, fesyen, serta edukasi. Dua kegiatan pendukungnya meliputi Senam ASRI berkapasitas 10.000 peserta pada 30 Oktober dan Magelang Ethno Carnival pada 1 November 2026.
Pada 6–8 November 2026, Pemkot menyelenggarakan Merti Gunung Tidar sebagai upaya pelestarian tradisi, budaya, spiritual, dan lingkungan. Sebanyak 192 RW se-Kota Magelang akan berpartisipasi membawa tumpeng dalam prosesi kirab budaya, ritual doa, pentas seni, hingga tradisi kembul bujana (makan bersama).
Sementara di bidang olahraga, Kejuaraan Renang Magelang Open Master Championship perebutan Piala Wali Kota Magelang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 November 2026 di Samapta Aquatic Stadium, dengan target partisipasi 1.000 atlet se-Jawa Tengah.
Selain menyajikan event berkala, Pemkot Magelang juga berencana membangun Monumen Paku Bumi di persimpangan Bayeman. Monumen ini diproyeksikan menjadi landmark ikonik serta identitas visual baru yang melambangkan keteguhan dan persatuan Kota Magelang. (*)
