UNGARAN, Cakram.net – Aliansi masyarakat, jaringan seniman, serta pemuda kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo yang tergabung dalam Semar Menggugat menggelar aksi penolakan terhadap rencana proyek geotermal Gunung Ungaran di Camp Kendalisodo, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026).
Koordinator Aliansi Semar Menggugat, Mbah Rahman, menyatakan aksi ini merespons ancaman proyek terhadap hulu dan ruang hidup warga. Kawasan tersebut merupakan penopang utama ekosistem, kesuburan lahan, dan air bersih bagi petani, serta rumah bagi Cagar Budaya Gedong Songo.
“Gedong Songo dan sekitarnya sudah memutar roda ekonomi warga. Panas bumi jika diluncurkan akan mengembang dan membunuh tanaman sekitar,” ujar Mbah Rahman.
Aktivitas pengeboran di 11 hingga 12 titik berisiko memicu kebocoran gas beracun, merusak situs sejarah Gedong Songo, menurunkan daya tarik pariwisata, serta meningkatkan risiko bencana ekologis. Penolakan ini telah disuarakan sejak era Gubernur Ganjar Pranowo.
Budayawan Kabupaten Semarang, Sutikno, menegaskan bahwa Gunung Ungaran adalah simbol kehidupan masyarakat Jawa Tengah. Ia menyayangkan munculnya kembali rencana proyek yang sempat dibatalkan pada 2010 lalu.
