YOGYAKARTA, Cakram.net – Kota Yogyakarta harus terus melakukan berbagai upaya agar zero stunting dapat terwujud di tahun 2024. Upaya yang dilakukan diantaranya mulai dari pembinaan kepada calon pengantin berupa materi penguatan ekonomi keluarga hingga terlibat aktif memberikan makanan bergizi dan sehat yang didistribusikan dalam kegiatan posyandu balita se-Kota Yogyakarta.
Demikian yang disampaikan Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta Sumadi pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Membangun Ketahanan Keluarga Bebas Dari Stunting yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta di Ruang Yudistira Balai Kota Yogyakarta pada Selasa 6 September 2022.
“Kami berharap kegiatan FGD dapat menghasilkan program-program baru yang bermanfaat bagi pencegahan dan penurunan angka stunting di Kota Yogya. Semoga kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa gizi adalah salah satu faktor utama yang menentukan kemajuan suatu bangsa,” ujar Sumadi, dilansir dari jogjakota.go.id, Rabu 7 September 2022.
Ketua Baznas Kota Yogyakarta Syamsul Azhari menjelaskan Baznas Kota Yogyakarta berkomitmen terus aktif mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyaraat dan penanggulangan kemiskinan melalui Jogja Sejahtera dan Jogja Peduli serta turut berpartisipasi dalam menanggulangi stunting.
“Dalam rangka mendukung komitmen Pemerintah Kota Yogya menurunkan angka stunting, pada tahun 2024 zero stunting serta program Kementrian Agama berupa pendampingan, konseling, dan pemeriksaan kesehatan dalam tiga bulan pra nikah. Program ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko penyebab stunting oleh ibu, seperti anemia atau kekurangan energi kronik (KEK). Oleh karena itu, baznas menyelenggarakan Baznas Kota Yogya menyelenggarakan kegiatan ini,” terang Syamsul.
