Batik Mbako, Perwujudan Budaya dan Identitas Masyarakat Temanggung

“Memang fokusnya di toko, tetapi kalau sekarang kita harus mulai masuk ke online, jadi mau tidak mau kita harus main ke penjualan online. Sementara kalau online, kita hanya sebagai tempat untuk memamerkan saja dan kalau ada yang tertarik baru dibeli penjualan secara online ini dilakukan belum secara masif dilakukan,” tambahnya.

Berbagai motif batik bercorak komoditas unggulan pertanian khas Kabupaten Temanggung sudah dibuatnya, seperti motif daun tembakau, vanili, kopi, dan cengkeh. Dalam perkembangan saat ini dari berbagai motif batik yang ada, corak kopi dan daun tembakau masih banyak dicari pembeli. Tidak hanya di Kabupaten Temanggung saja peminat dari Batik Mbako ini, namun pembeli dari luar Jawa seperti Jakarta, Bandung juga banyak yang memesan.

“Sudah puluhan motif batik, tidak hanya motif tembakau saja, tetapi mulai ke beberapa komoditas pertanian di Temanggung seperti kopi, vanili dan lain-lain. Kalau sementara ini peminatnya yang utama dari Kabupaten Temanggung sendiri dan biasanya dipakai untuk seragam-seragam dinas dan lain-lain. Dan beberapa kali juga menjual ke luar kota misalnya, Jakarta, Semarang dan sejumlah kota besar yang ada di Indonesia. Kalau untuk luar negeri sementara kita kalau pas ada turis-turis yang datang,” kata Pratiwi

Terdapat dua jenis kain batik yang dijualnya, yaitu batik cap dan batik tulis, dengan setiap lembarnya dibanderol mulai dari Rp 160.000 untuk batik cap, sedangkan batik tulis dijual mulai dari Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000 tergantung dari tingkat kesulitan pembuatan batik.

Sementara itu pembeli Batik Mbako, Indah Cantika (27) mengaku sangat senang dengan Batik Mbako, selain mempunyai kualitas kain dan goresan canting yang bagus, uniknya corak batik tidak dimiliki daerah lain.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *