UNGARAN, Cakram.net – Pelaksanaan pelayanan KB serentak sejuta akseptor di Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 berhasil melampaui target, yakni 117 persen atau 173.000 akseptor dari target sebanyak 147.654 akseptor. Pelayanan KB serentak sejuta akseptor dilaksanakan pada 29 Juni 2020.
“Capaian layanan KB serentak sejuta akseptor di Jawa Tengah adalah 117 persen atau 173 ribu akseptor. Angka ini melebihi target yang ditetapkan sebanyak 147.654 akseptor. Di Kabupaten Semarang capaiannya 126 persen,” ungkap Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah, Martin Suanta saat acara peringatan Harganas ke-27 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (2/7/2020).
Menurut Martin, harganas kali ini diperingati penuh keprihatinan akibat pandemi COVID-19. Peringatan Harganas difokuskan pada pelayanan kepada masyarakat, yakni pelayanan serentak sejuta akseptor KB.
Martin mengatakan, di tengah pandemi COVID-19 terjadi lonjakan angka kehamilan akibat terbatasnya akses untuk pelayanan KB karena orang takut datang ke fasilitas kesehatan. Pihaknya bisa memaklumi keengganan pasangan usia subur (PUS) untuk datang ke puskesmas, praktek bidan atau klinik KB.
“Di sisi pasangan usia subur yang tidak terlayani berisiko untuk hamil, seiring semakin banyaknya durasi kumpul dengan keluarga di rumah. Tidak positif COVID, tapi positif hamil,” katanya.
Martin menyebutkan, angka kehamilan di Jawa Tengah saat pandemi COVID-19 tidak signifikan. Sebab penyuluh KB dan tenaga kesehatan tetap berupaya agar pelayanan KB tidak terlalu berkurang, di antaranya penggunaan alat pelindung diri (APD) dan penerapan protokol kesehatan sewaktu memberikan pelayanan pemasangan kontrasepsi.
“BKKBN bersama mitra kerja di Provinsi Jawa Tengah tidak tinggal diam, sejumlah APD telah didistribusikan untuk para bidan agar tetap terlindungi ketika melayani KB dan akseptor,” ujarnya.
Martin mengajak para pemangku kepentingan ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya program KB di tengah pandemi COVID-19.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Romlah menambahkan ada dua kemungkinan naiknya angka kehamilan saat layanan KB terhenti akibat pandemi COVID-19.
“Kalau 50 persen yang seharusnya sudah waktunya KB atau ingin segera berKB tidak terlayani, hitungan BKKBN akan terjadi kenaikan angka kehamilan 15 persen. Tapi disampaikan Pak Martin bahwa di Jawa Tengah tidak terlalu signifikan,” katanya.
Romlah mengungkapkan, Kabupaten Semarang ditarget 2.416 akseptor dalam pelaksanaan layanan KB serentak sejuta akseptor pada 29 Juni 2020.
“Capaian kita 2.700 akseptor. Angkanya cukup signifikan, sehingga memberikan kontribusi untuk Jawa Tengah,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Semarang dr Mundjirin mengharapkan program KB di Kabupaten Semarang berjalan dengan baik dan tidak ada booming kehamilan.(dhi/Cakram)
