Kabupaten Magelang Kembali Zona Oranye COVID-19

MAGELANG, Cakram.net – Kabupaten Magelang kembali zona oranye setelah beberapa minggu sejak akhir 2020 hingga awal tahun 2021 sempat masuk zona merah COVID-19 . Meski demikian, warga tetap diminta menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Di tingkat kecamatan, zona merah ada pada Bandongan. Sedangkan kecamatan lainnya masuk zona orange.

“Sedangkan zona kuning, hanya ada dua dari 21 kecamatan. Yakni Kecamatan Dukun dan Ngablak, lainnya oranye,” kata Anggota Bidang Penanganan Satgas Covid-19 yang juga Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Dwi Susetyo, dilansir dari laman Pemkab Magelang, Jumat (22/1/2021).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi menambahkan, pada hari ini ada tambahan 8 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang meninggal. Mereka berasal dari Kecamatan Muntilan 2 orang, sedangkan lainnya tersebar di Salaman, Mertoyudan, Borobudur, Salam, Grabag dan Secang.

“Kini total pasien positif yang meninggal ada 192 orang. Terkait hal ini, kami minta seluruh warga di Kabupaten Magelang tanpa kecuali untuk meningkatkan kesadaran akan protokol kesehatan,” tandasnya.

Selain ada tambahan yang meninggal, saat ini juga ada tambahan 63 pasien terkonfirmasi baru. Mereka tersebar di Tempuran 14 orang, Mertoyudan 11, Srumbung 10, Muntilan 6, Borobudur 5, Candimulyo 4 dan Bandongan 3 orang.

Selain itu, ada di Kaliangkrik dan Secang, masing-masing 2 orang serta satu orang tersebar di Salaman, Kajoran, Salam, Ngluwar, Grabag, dan Pakis.

Namun saat ini juga ada 11 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dinyatakan sembuh. Delapan orang di antaranya dari Kecamatan Borobudur dan satu orang di Windusari, Salam serta Candimulyo.

“Dengan tambahan itu semua, jumlah kumulatifnya menjadi 7.427 orang. Rinciannya, 1.487 dalam penyembuhan, 5.748 sembuh dan 192 meninggal,” jelasnya.

Sedangkan pasien suspek, ada tambahan 11 orang. Namun ada 12 yang dinyatakan sembuh dan 4 alih status menjadi terkonfirmasi. Empat orang itu, berasal dari Kecamatan Borobudur, Muntilan, Kaliangkrik dan Secang.

“Jumlah kumulatif pasien suspek ada 1.313 orang. Terdiri dari 116 dirawat, 1.064 sembuh, 28 menjalani isolasi mandiri dan 105 dinyatakan selesai menjalani isolasi mandiri,” pungkasnya. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *