Tinjau Vaksinasi Guru, Bupati Semarang Sebut GTT Juga Akan Divaksin Covid-19

UNGARAN, Cakram.net – Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Semarang nantinya juga akan mendapatkan vaksinasi Covid-19. Hanya saja, pelaksanaan vaksinasi untuk GTT akan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan jumlah vaksin.

Hal itu disampaikan Ngesti Nugraha saat meninjau vaksinasi Covid-19 bagi guru di Puskesmas Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis (25/3/2021). Menurutnya, vaksinasi untuk guru tersebut dilakukan menjelang uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan dimulai 5 April 2021.

Nugraha mengatakan, sasaran vaksinasi guru sebanyak 390 orang. Namun pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan jumlah vaksin yang diterima Kabupaten Semarang.

“Hari ini ada 65 guru dan karyawan SMPN 1 Ungaran dan 92 guru SMAN 1 Ungaran yang divaksin Covid-19. Harapannya setelah divaksin dapat menekan penularan Covid-19,” katanya di Puskesmas Leyangan.

Menurut Nugraha, vaksinasi Covid-19 juga akan menyasar GTT di Kabupaten Semarang yang berjumlah sekitar 1.200 orang. Untuk jumlah pegawai tidak tetap (PTT) lebih kurang 1.600 orang. Namun saat ini vaksinasi difokuskan untuk guru berstatus ASN (aparatur sipil negara) yang akan mendampingi persiapan ujian sekolah siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP.

Selain guru, lanjut Nugraha, vaksinasi Covid-19 untuk pelayan publik termasuk lansia terus berjalan. Vaksinasi lansia target sasarannya 80.983 orang, saat ini yang sudah divaksin dosis pertama sekitar 19.500 orang atau 24 persen.

“Vaksinasi terhadap lansia penting  sekali. Karena kerawanan lansia sangat tinggi,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, dr Ani Rahardjo mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi mencapai 100 orang per Puskesmas. Ada 26 puskesmas di Kabupaten Semarang.

“Kapasitas kita sebetulnya cukup tinggi, tapi saat ini kita kerahkan 26 puskesmas. Untuk rumah sakit bisa 150 orang per hari, belum klinik, tapi sementara ini tidak sampai ke rumah sakit karena vaksinnya memang terbatas,” katanya.

Sementara Kepala SMAN 1 Ungaran, Supriyanto mengaku senang bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. Ia berharap akan terhindar dari penularan virus corona setelah disuntik vaksin Covid-19.

“Vaksin ini juga menjadi benteng, tapi kami tetap menerapkan protokol kesehatan. Hanya merasa lebih aman karena imunitas tubuh insyaallah lebih baik,” ujarnya. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *