Bupati dan Wabup Semarang Bagikan Paket Sembako kepada Driver Ojol

UNGARAN, Cakram.net – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha bersama Wakil Bupati (Wabup) Semarang, M Basari membagikan bantuan paket sembako kepada sejumlah driver ojek online (ojol) yang tengah mangkal di seputaran depan Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Semarang Jalan Ahmad Yani Ungaran, Sabtu  31 Juli 2021.

Selain driver ojol, bupati juga memberikan bantuan sembako kepada beberapa pedagang kaki lima (PKL). Tidak hanya itu, penjual cilok yang kebetulan melewati jalan depan rumah dinas bupati juga mendapatkan bantuan sembako.

Ikut mendampingi Bupati dan Wabup Semarang, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, Pj Sekda Kabupaten Semarang, Suko Mardiono dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Semarang.

Dalam pembagian bantuan paket sembako, Bupati bersama rombongan berjalan kaki dari rumah dinas mendatangi para driver ojol yang tengah mangkal di alun-alun depan rumah dinas bupati. Bantuan paket sembako yang diangkut menggunakan kendaraan dinas BPBD Kabupaten Semarang langsung diserahkan kepada driver ojol.

Para driver ojol yang tak mengira bakal mendapat bantuan mengaku merasa terbantu dengan bantuan paket sembako tersebut. Apalagi sejak diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pengguna jasa ojol sepi.

“Baru kali ini mendapatkan bantuan. Sejak PPKM sepi orderan, banyak penyekatan jalan juga membuat kebutuhan BBM bertambah karena harus memutar. Adanya bantuan sembako ini setidaknya bisa mengurangi pengeluaran,” ujar Agus, salah satu driver ojol.

Driver ojol lainnya, Edi juga mengaku sangat merasakan dampak penerapan PPKM.

“Bantuan sembako ini bisa mencukupi kebutuhan untuk beberapa hari ke depan,” ucapnya.

Seorang penjual cilok, Maman mengaku tidak menyangka akan menerima bantuan sembako. Awalnya dia mengira rombongan yang dipimpin Bupati Semarang itu sedang melakukan razia pedagang kaki lima (PKL).

“Saya tidak tahu kalau pak Bupati Semarang karena pakai masker dan topi. Saya kira ada razia, saya diminta stop malah dikasih sembako,” ujarnya.

Maman juga mengaku adanya pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM berdampak pada hasilnya berjualan. Sebelum pandemi, sehari berjualan dari pukul 08.00 WIB sampai dagangannya habis bisa mendapatkan hasil Rp150 ribu.

“Sekarang untuk mendapatkan Rp50 ribu saja susah. Alhamdulillah dapat bantuan sembako, ini cukup untuk makan satu minggu,” tutur pria yang kos di Kampung Kuncen, Ungaran Barat, itu.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan pemberian bantuan paket sembako itu diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 terutama saat diberlakukan PPKM Darurat yang dilanjutkan PPKM Level 4.

“Harapan kita pandemi Covid-19 segera berakhir agar masyarakat bisa hidup normal lagi dan ekonomi bangkit kembali,” katanya.

Menurut Bupati, bantuan sembako juga akan diberikan kepada kelompok masyarakat lainnya yang terdampak Covid-19 terutama adanya penerapan PPKM Level 4. Di antaranya juru parkir, karyawan di tempat pariwisata, relawan, dan warga yang memang membutuhkan bantuan. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *