Penerapan Kurikulum Merdeka Masih Bersifat Optional

MAGELANG, Cakram.net – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin, mengatakan, sekolah dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang dalam tahun ajaran baru ini mulai menggunakan kurikulum baru, yaitu Kurikulum Merdeka.

Namun penerapan kurikulum baru tersebut masih bersifat optional, yaitu untuk jenjang SD kelas satu dan kelas empat, sedangkan untuk jenjang SMP kelas tujuh.

“Kita optional, baru SD kelas satu dan empat, serta SMP kelas tujuh. Untuk kelas yang lain baru adaptasi dengan nuansa-nuansa Kurikulum Merdeka, mungkin metodenya, pendekatannya, perangkat pembelajarannya, langkah-langkahnya masih mengacu kepada kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 13,” ucap Aziz, dilansir dari beritamagelang.id, Selasa 26 Juli 2022.

Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah, Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *