SEMARANG, Cakram.net – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan anggaran senilai Rp 23 miliar melalui dana tak terduga Gubernur Jawa Tengah Tahun Anggaran 2019, guna mitigasi bencana di musim hujan. Musim hujan diperkirakan datang awal November dan puncaknya Januari-Februari 2020.
Puncak musim hujan akan berbeda di sejumlah wilayah. Sejumlah bencana yang perlu diwaspadai pada musim hujan adalah bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Sudaryanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi musim hujan. Bahkan mitigasi sudah dimulai sejak peralihan musim yang juga banyak menimbulkan bencana.
“Saat ini beberapa wilayah sudah mulai masuk musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Jadi, perlu diwaspadai cuaca ekstrem seperti angin kencang, petir dan curah hujan tinggi dalam waktu singkat,” jelasnya.
Kata Sudaryanto, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan seluruh BPBD kabupaten/kota terkait kesiapan menghadapi musim penghujan maupun pergantian musim seperti sekarang ini. Antisipasi yang dilakukan antara lain memperbarui inventarisasi data rawan bencana banjir dan tanah longsor di 35 kabupaten/kota. Selain itu, mempersiapkan sarana, prasarana dan logistik bencana serta menggelar apel siaga bencana seperti bersih-bersih sungai, saluran dan lingkungan.
“Gerakan ini dilakukan di seluruh wilayah Jawa Tengah dengan menggandeng pihak-pihak terkait. Kami juga sudah mengidentifikasi tanggul-tanggul kritis dan melaporkan pada Kementerian PUPR/satker BBWS. Kami siapkan juga posko dan mempublikasikan nomor posko siaga untuk memudahkan warga menghubungi,” katanya.
Terkait evaluasi musim kemarau yang cukup panjang, ada 26 Kab/Kota terdampak dari kebakaran lahan dan hutan. BPBD Provinsi Jawa Tengah mencatat, 116 Ha lahan persawahan terbakar dan 1.720 Ha lahan hutan terbakar.
“Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah memang cukup banyak sebagai dampak musim kemarau yang relatif panjang dan kering tahun ini. Salah satu upaya yang dilakukan BPBD provinsi dan BPBD kabupaten/kota untuk meminimalisir dampak kekeringan adalah melakukan droping air bersih dan upaya cepat memadamkan api pada kebakaran,” ungkapnya.
Hingga 24 Oktober, BPBD Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan 1.090 tangki air ke 9 Kabupaten terdampak kekeringan yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih. Total air yang tersalurkan sebanyak 26.117 tangki air, termasuk dari BPBD kabupaten/kota, bantuan CSR dan lainnya.
Bagi warga yang ingin menghubungi BPBD Jateng terkait laporan bencana, disiapkan posko selama 24 jam yang bisa diakses melalui berbagai saluran antara lain SMS di nomor 081 21556 495, Whatapps 088 1380 9409, Telp/faks 024-3562293 dan Website www.bpbd.jatengprov.go.id. (dhi)
