UNGARAN, Cakram.net – Dinas Ketahanan Pangan dan Prtanian (DKPP) Kota Keediri melakukan studi banding ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah untuk belajar mengenai tumpang sari tanaman (Turiman) dan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), Selasa (22/10/2019). Rombongan DKPP Kota Kediri berjumlah 50 orang diterima oleh Kepala BPTP Jateng, Joko Pramono.
Para petani dan peternak yang ikut dalam rombongan DKPPP diajak ke kandang Unit Penyedia Benih Sumber (UPBS) Balitbangtan BPTP Jateng di Ungaran. Tujuannya untuk melihat langsung budidaya ayam KUB yang saat ini sedang menjadi tren di kalangan peternak seluruh Indonesia.
“Kami ingin mengembangkan pertanian di Kediri. Karena di tempat kami masih ada lahan sawah sekitar 2.000 hektar yang selama ini polanya monoton tanaman,” ungkap koordinator penyuluh DKPP Kota Kediri, Khoirul Anwar.
Menurut Khoirul Anwar, adanya pelatihan model teknologi tumpah sari ini dapat mengembangkan pertanian di Kota Kediri. Sehingga para petani memiliki nilai tambah. “Banyak yang harus dikembangkan dengan sentuhan teknologi pertanian. Kami tidak kapok untuk belajar di BPTP, dan kami akan melakukan komunikasi secara intens,” ujarnya.
Kepala BPTP Jateng, Joko Pramono mengatakan pelatihan Turman sebagai upaya untuk meningkatkan produksi melalui penambahan luas tanam dengan menerapkan inovasi teknologi spesifik lokasi, serta meningkatkan indeks pertanaman (IP) dengan memanfaatkan ruang dan waktu. “Penerapan inovasi teknologi spesifik lokasi untuk meningkatkan produksi pangan di antaranya dengan pola tumpang sari tanaman,” jelasnya.
Menurut Joko, saat ini ayam KUB sedang digencarkan untuk dibudidaya gun mendukung program strategis Kementerian Pertanian. “Selain teori, di BPTP Jateng bisa belajar dan melihat langsung produsen ayam KUB, mulai tempat indukan produksi telor, penetasan dan sebagainya,” katanya. (dhi)
