KLATEN, Cakram.net – Puncak acara Yaa Qowiyyu yang berlangsung di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jumat (18/10/2019) kemarin berlangsung meriah. Ada tujuh ton apem yang dibagikan atau disebarkan kepada masyarakat yang datang untuk ‘ngalap berkah’ dalam tradisi sebaran apem tersebut.
Ribuan orang berkumpul di lapangan Klampeyan di sekitar komplek Makam Ki Ageng Gribing untuk berebut 7 ton apem. Tradisi sebaran apem yang sudah turun temurun ini rutin dilakukan oleh warga Jatinom setiap tahun. Perayaan yaa qowiyyu kali ini dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Klaten Sri Mulyani, dan tamu undangan lainnya.
“Rangkaian acara sudah berlangsung seminggu mulai 12-18 Oktober 2019, dari pembukaan acara saparan, fun bike, gejog lesung, haul Kiai Ageng Gribig, Kirab Gunungan Apem, dan puncaknya adalah sebaran apem,” ungkap Camat Jatinom Anang Widjatmoko.
Anang menceritakan sejarah Yaa-Qowiyyu. Kiai Ageng Gribig merupakan ulama jaman mataram yang menyebarkan agama Islam di Jatinom. Ketika Kiai Ageng Gribig pulang dari Mekah, jumlah apem yang akan diberikan kepada muridnya kurang, kemudian menyuruh Nyi Ageng Gribig untuk membuat kue apem yang dibagikan kepada muridnya. Apem itu diberinama apem Yaa-Qowiyyu. Peringatan Yaa Qowiyyu selalu diperingati hari Jumat tanggal 15 bulan Sapar.

Bupati Klaten Sri Mulyani mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, masyarakat Jatinom dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam acara Yaa-Qowiyyu. “Perayaan Yaa Qowiyyu ini harapannya bisa membuat semua orang bahagia, senang, berkah dan menjadi alat pemersatu bangsa. Tentunya kita bersama-sama guyub rukun membangun Klaten,” katanya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi tradisi saparan dengan sebar apem yang sudah berjalan 4 abad tersebut. “Acara Yaa-Qowiyyu ini sudah 4 abad, betapa indahnya ketika masyarakat bisa berkumpul untuk nguri-nguri budaya di sini. Ini lah persatuan Indonesia, alangkah indahnya acara ini, saya selalu menantikan kapan yaa qowiyyu ini,” ungkapnya.
Ganjar juga mendoakan masyarakat selalu sehat dan berkah. Dia juga mengajak untuk berdoa agar pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terlaksana dengan aman, dan Indonesia segera bisa maju membangun kesejahteraan masyarakat. (dhi)
