50 Pasangan Pengantin Ikuti Nikah Massal di Pendapa Rumdin Bupati Semarang

UNGARAN, Cakram.net – Sebanyak 50 pasangan pengantin mengikuti acara nikah massal yang digelar Pemkab Semarang di Pendapa Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Semarang di Ungaran, Minggu (15/12/2019). Acara bertajuk ‘Bupati Semarang Mantu’ itu merupakan rangkaian peringatan HUT ke-36 Kota Ungaran sebagai ibu kota Kabupaten Semarang.

“Nikah massal ini baru pertama kali dilaksanakan. Ini wujud keberpihakan Pemkab Semarang kepada warga yang mengalami kesulitan dana maupun administrasi agar pernikahannya tercatat resmi secara formal,” kata Bupati Semarang dr Mundjirin didampingi Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Ungaran, Minggu.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten  Semarang, M Risun menjelaskan sasaran acara nikah massal adalah pasangan kurang mampu dan penyandang disabilitas. Dari 50 pasang pengantin peserta acara, ada satu pasang pengantin penyandang disabilitas dari Kecamatan Bergas.

“Selain berlatar belakang warga kurang mampu, kami juga membantu pasangan yang kesulitan administrasi kependudukan agar dapat menikah secara sah sesuai hukum negara,” jelasnya.

Ia menyebutkan, ada tiga pasangan pengantin yang sempat terganjal aturan administrasi kependudukan. Salah satunya adalah seorang warga dari luar Pulau Jawa yang telah hidup bersama  dengan warga Kabupaten Semarang dan memiliki anak. Tapi kendala itu sudah diselesaikan bekerja sama dengan Dispendukcapil.

Selain itu, lanjut Risun, ada empat pasangan hidup bersama (kumpul kebo) yang dapat dibantu menikah resmi lewat kegiatan ini.

“Pasangan yang telah menikah secara resmi dan mendapat buku nikah dari KUA, maka hak-hak sipil anak mereka nanti dapat terjamin. Ini yang sangat penting,” jelas Risun.

Kasubag Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bagian Kesra, Widi Winarti menambahkan pihaknya menjalin kerja sama yang intensif dengan jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) 19 kecamatan, Dispendukcapil dan Dinas Sosial dalam penyelenggaraan acara tersebut. Tujuannya, untuk menjaring pasangan kurang mampu, difabel maupun yang baru nikah siri atau kumpul kebo untuk mengikuti acara ini.

“Ternyata sambuan masyarakat sangat baik,” ucapnya. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *