Pengukuhan Dua Guru Besar Baru di UNS

SOLO, Cakram.net – Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bertambah dua orang lagi menyusul pengukuhan Prof Dr. Eng Budi Purnama Ssi Msi sebagai guru besar  bidang Ilmu Bahan Magnetik FMIPA  dan  Prof Dr Pujiyono SH MH  guru besar Bidang Hukum Perdata Fak Hukum dalam sidang senat terbuka UNS yang dipimpin Rektor Prof Jamal Wiwoho di Auditorium UNS, Kamis (16/1/2020).

Budi Purnama dalam pidato pengukuhannya mengatakan, penguasaan teknologi sintesis nano partikel magnetik cobalt ferrite based – material dari grup riset material dan sensor magnetik telah membuka peluang ragam aplikasi teknologi saat ini. Nano partikel magnetik dapat diaplikasikan di bidang kesehatan, seperti kontras agen MRI, anti bakteria, drug delivery system.

Nano particel magnetik, lanjut Budi Purnama, juga berperan meningkatkan performance magnetorheologi yang dijumpai pada sistem em. Aplikasi nano partikel yang telah diupayakan adalah sebagai bahan fotokatalis, yaitu teknologi purifikasi air khususnya untuk standard air minum. Keseluruhan ini tambah menarik mengingat nano partikal magnetik dapat disensitesis menggunakan bahan baku pasir lokal yang ada di sepanjang aliran sungai bengawan Solo.

“Penguasaan teknologi sintesis nano partikel magnetik cobalt ferrite based- materials dapat meningkatkan kepercayaan diri sebagai bangsa untuk bisa sejajar dengan bangsa lain di dunia”, jelasnya.

Sementara Pujiyono dalam pidato pengukuhan menyebutkan kepentingan berbeda di bidang perdata menyebabkan timbulnya konflik. Hukum memberikan kanalisasi menyelesaikan sengketa antarpara pihak. “Terdapat model resolusi sengketa melalui pengadilan disebut litigasi dan di luar pengadilan dikenal sebagai nonlitigasi,” katanya.

Ia mengatakan, model penyelesaian sengketa melalui peradilan mendapat kritik cukup tajam. Meksi demikian, sebagian besar perkara yang terjadi di masyarakat tetap mengalir ke pengadilan untuk diperiksa dan diputus dalam rangka memperoleh penyelesaian yang adil.

“Di sisi lain mediasi sebagai resolusi bisnis tidak menjadikan sebagai model  yang populer dikalangan pebisnis. Hambatan utama  adalah perjanjian yang disepakati  para pihak belum mendorong mediasi berada di jalur depan penyelesaian sengketa,” terangnya.

Rektor UNS Jamal Wiwoho  dalam amanatnya menyebutkan guru besar UNS terdiri guru besar aktif 125 orang, guru besar emeritus 56 orang dan 36 guru besar lainnya telah wafat. Pada 21 Januari 2020 akan dikukuhkan lagi tiga guru besar di UNS, yakni Prof. Dra. Diah Kristina, M.A.,PhD. Dari Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Eddy Heraldy, M.Si. dari Fakultas MIPA, dan Prof.Dr. Mulyanto,MPd. dari FKIP.

“Kamis sore kemarin saya menerima informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa UNS akan menambah satu orang guru besar lagi yakni Prof.Dr. Eng Agus Purwanto ST MT dari Fakultas Teknik,” bebernya. (baw/dhi)

Bagikan:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *