Pemkab Gunungkidul Imbau Perantau Tidak Mudik

Berbagi berita ...

GUNUNGKIDUL,Cakram.net – Pemkab Gunungkidul mengimbau kepada warga yang ada diperantuan tidak mudik hingga pandemi COVID-19 berakhir.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengharapkan orang tua yang anaknya berada di perantauan untuk mengingkatkan anaknya tidak mudik terlebih dahulu.

“Menurut pandandangan kami, cara seperti ini paling evektif supaya perantau tidak mudik tersebih dahulu. Kalai orang tua harus memberi nasihat kepada putra putrinya cucunya, agar bisa menjaga kesehatan dan keselamatan,” kata Immawan, Rabu (22/4/2020).

Ia mengatakan jumlah perantau yang sudah kembali ke Gunung Kidul sebanyak 10.029 orang. Namum sejak empat hari terakhir peningkatan pemudik cukup rendah, hanya sekitar 250 orang. Menurutnya, ketaatan warga Gunungkidul diperantauan cukup baik, karena tercatat ada ratusan ribu warga yang merantau.

“Saat saya mengunjungi kepala desa, ada kepala desa yang berkomunikasi dengan warga perantauan. Perantau akhirnya menyetujui untuk tidak mudik,” katanya.

Menurut dia, dengan imbauan langsung dari orang tua ini akan lebih efektif dan akan lebih banyak dituruti. Sebab, mudik hanya sebagai sarana silaturahmi, tetapi yang lebih utama keterkaitan batin orang tuanya.”Jadi kalau orang tuanya mengiklaskan tahun ini tidak mudik akan lebih manjur,” kata Immawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan selama ini pemudik dipantau langsung oleh desa melalui Sistem Informasi Desa (SID), dan puskesmas bisa mendata. Apalagi mereka meninggalkan nomor telepon sehingga petugas kesehatan bisa memantau.

Pemudik juga harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.

“Dengan ini kita bisa memantau kesehatan sebagian besar pemudik,” kata Dewi. (Ant/Cakram)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *