Pasien Positif COVID-19 di Gunungkidul Bertambah Jadi 120

Berbagi berita ...

GUNUNGKIDUL, Cakram.net – Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah empat sehingga total kasus di wilayah ini menjadi 120.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty di Gunungkidul, Rabu (5/8/2020), mengatakan empat kasus pasien COVID-19 baru, yakni laki-laki umur 28 tahun warga Kecamatan/Kapanewon Gedangsari yang memiliki riwayat kontak dengan konfirmasi positif sebelumnya, begitu juga dengan pasien lainnya perempuan umur 23 tahun warga Gedangsari yang memiliki riwayat kontak dengan konfirmasi positif sebelumnya.

Selanjutnya, perempuan umur dua tahun warga Purwosari, yang saat ini riwayat masih dalam pelacakan, dan laki-laki umur 26 tahun warga Ponjong yang memiliki riwayat kontak dengan konfirmasi positif sebelumnya.

“Empat hari berturut-turut, kasus pasien positif COVID-19 di Gunungkidul bertambah. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, dan mencuci tangan secara rutin,” kata Dewi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Gunungkidul, kecamatan yang belum terkena penyebaran COVID-19, yakni Kecamatan/Kapewon Girisubo. Kemudian wilayah dengan kasus pasien COVID-19 tertinggi yakni Wonosari sebanyak 29 kasus, dan Karangmojo sebanyak 19 kasus, serta Semanu sebanyak delapan kasus, wilayah lainnya di bawah lima kasus.

Kemudian, total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Gunungkidul sebanyak 120 kasus, dengan rincian 90 kasus sudah sembuh, 27 kasus masih dalam perawatan dan tiga meninggal dunia.

Selanjutnya, total spesimen sebanyak 2.579, dengan rincian hasil negatif 1.893, kasus positif 120 kasus, dan spesimen dalam proses sebanyak 566.

“Kunci pencegahan penyebaran COVID adalah ketaatan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Kami berharap masyarakat mendukung pencegahan penyebaran COVID-19,” harapnya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Gunungkidul Immawan Wahyudi mengimbau masyarakat untuk tidak berpergian ke luar DIY. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di Gunung Kidul.

“Penyebaran COVID-19 di Gunungkidul disebabkan dari luar, sehingga masyarakat harus lebih waspada dan saling mengingatkan,” katanya. (Ant/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *