SURABAYA, Cakram.net – Ribuan pengemudi angkutan umum di wilayah Jawa Timur yang terdampak sosial ekonomi pandemi COVID-19, menerima bantuan sosial tunai jaring pengaman sosial (JPS) dari pemerintah provinsi setempat.
“Per hari bansos tunai JPS disalurkan kepada sekitar 300 pengemudi yang setiap orang menerima Rp400 ribu,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Operasional Unit Pelaksana Teknis Pengelola Prasarana Perhubungan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya Surabaya Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Muhammad Chisjqiel di Surabaya, Senin (24/8/2020).
Di Kota Surabaya, bansos tunai JPS untuk pengemudi angkutan umum disalurkan di tiga tempat yaitu di kantor perusahaan taksi swasta di Wiyung, Kantor Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Jatim di Joyoboyo dan Kantor Dewan Pimpinan Cabang Organda Khusus Tanjung Perak Surabaya.
“Bantuan tersebut disalurkan mulai hari ini hingga 2 September 2020,” ucapnya.
Ia memastikan para pengemudi belum pernah menerima bantuan dari Pemda, Dinas Sosial, camat dan sebagainya.
“Maka para pengemudi yang belum pernah menerima bantuan ini kami undang untuk mendapatkan bansos tunai JPS dari Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP), Irwan, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas bantuan yang diterimanya.
“Jujur saja selama pandemi, pekerjaan nyopir berhenti. Di sini, begitu mendapat berita ada bantuan, perusahaan kami langsung menghubungi Organda. Setelah itu saya langsung mendapatkan bantuan ini,” katanya saat ditemui ketika mengambil bansos JPS di Kantor Organda Khusus Tanjung Perak Surabaya.
Ketua DPC Organda Khusus Tanjung Perak Surabaya Kody Lamahayu Fredy juga menyampaikan termia kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas bantuan tersebut.
“Selama pandemi, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Organda muatannya menurun antara 30 persen sampai 35 persen. Dampaknya penghasilan pengemudi ikut menurun karena kami menerapkan sistem bagi hasil,” katanya.
Menurut dia, bantuan dari pemerintah ini sangat tepat untuk membantu pengemudi-pengemudi agar tidak terlalu kesulitan dalam memenuhi kebutuhan belanja rumah tangga maupun lainnya.
Kody menyebut dari sekitar 8.000 sopir truk kontainer di bawah naungan Organda Khusus Tanjung Perak Surabaya, 2.573 di antaranya mendapatkan bansos JPS dari Pemprov Jatim.
“Sekitar dua ribuan sopir kami lainnya telah terdata dan mendapatkan bansos dari berbagai instansi pemerintah. Sebagian besar lainnya belum tersentuh bansos dikarenakan masalah administrasi, semisal tergabung di sejumlah perusahaan angkutan darat,” tuturnya. (Ant/Cakram)
