Cegah Pelajar Ikut Unjuk Rasa, Disdikbudpora Akan Kumpulkan Kepala Sekolah

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang akan mengumpulkan kepala sekolah yang berada di bawah naungan Disdikbudpora untuk mencegah adanya pelajar ikut demo atau unjuk rasa. Langkah ini dilakukan Disdikbudpora Kabupaten Semarang menyikapi adanya sejumlah pelajar yang terjaring aparat kepolisian akibat terlibat aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

Kepala Disdikbudpura Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo mengaku sudah mengamati pemberitaan adanya pelajar tertangkap petugas karena ikut demo. Secara lisan pihaknya sudah menyampaikan himbauan melalui kepala sekolah agar para pelajar tidak ikut demo.

“Secara lisan himbauan agar para pelajar tidak ikut-ikutan demo atau terpengaruh informasi ajakan ikut unjuk rasa sudah kami sampaikan ke masing-masing kepala sekolah. Dalam waktu dekat kami secara langsung akan mengumpulkan para kepala sekolah,” kata Katon, sapaan akrab Sukaton Purtomo Priyatmo, Senin (19/10/2020).

Menurut Katon, sekolah yang menjadi kewenangan Disdikbudpora Kabupaten Semarang adalah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sedangkan untuk sekolah setingkat SMA sederajat kewenangannya ada di Pemprov Jateng.

“Di Kabupaten Semarang terdapat 482 SD, baik negeri maupun swasta. Untuk sekolah setingkat SMP sebanyak 101 sekolah, baik negeri maupun swasta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan selama ada aksi demo buruh menolak UU Cipta Kerja di Kabupaten Semarang tidak ada pelajar yang tertangkap petugas terlibat dalam unjuk rasa. Pihaknya mengimbau para pelajar di Kabupaten Semarang agar tidak ikut unjuk rasa.

“Mari kita cintai, kita hayati, renungkan bahwa Kabupaten Semarang milik kita bersama yang harus kita jaga kondusivitasnya,” tandasnya. (dhi/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *