Ketua DPRD Jateng Minta PTM Awal 2021 Dikaji Ulang

Berbagi berita ...

SALATIGA, Cakram.net – Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto meminta kebijakan dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) awal Januari 2021 untuk dikaji ulang, mengingat kasus penyebaran COVID-19 di Jawa Tengah tergolong tinggi.

“Saat ini kurva angka COVID-19 terus naik. Jangan tergesa-gesa mengadakan sekolah tatap muka,” katanya di sela mengawasi pelaksanaan razia protokol kesehatan di Selasar Kartini Salatiga, Jumat (27/11/2020).

Menurut Bambang, para siswa sebaiknya belajar di rumah terlebih dahulu sampai kasus COVID-19 menurun. Karena keselamatan para siswa lebih utama.

“Tunggu sampai kasus COVID-19 landai. Keselamatan siswa lebih utama,” tandas Kribo, panggilan akrab Bambang Kusriyanto.

Kribo menandaskan, libur panjang akhir tahun perlu dikurangi supaya tidak terjadi mobilisasi manusia. Hal ini untuk mengantisipasi munculnya klaster baru COVID-19.

“Jangan sampai muncul klaster baru penyebaran COVID-19. Harus ada pembatasan di tempat wisata, baik waktu kunjungan maupun kapasitas pengunjung agar tidak terjadi kerumunan,” tegasnya.

Kata Kribo, operasi protokol kesehatan tentang ketaatan menggunakan masker di masyarakat harus terus digalakkan. Penegakan protokol kesehatan ini dilakukan sampai kasus COVID-19 mereda.

“Operasi protokol kesehatan harus digencarkan, terutama di daerah zona merah. Kuncinya adalah mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Kribo mengatakan, pemerintah pusat menyampaikan vaksin akan tersedia mulai Januari. Sehingga penerapan protokol kesehatan menjadi benteng pertahanan melawan COVID-19 sebelum ada vaksin.

“Masyarakat perlu bersabar agar penanganan Covid-19 bisa maksimal. Semoga Desember ini melandai, dan Tahun Baru bisa normal kembali,” pungkasnya. (dhi/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *