KULON PROGO, Cakram.net – Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam waktu 24 jam terakhir bertambah dua kasus baru, sehingga total di wilayah ini mencapai 257 kasus.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Senin (9/11/2020), mengatakan dua pasien terkonfirmasi COVID-19 baru, yakni KP-256 adalah laki-laki umur 34 tahun warga Nanggulan yang kontak dalam penelusuran dan dirawat di RS Panti Rapih, dan KP-257 adalah perempuan umur 29 tahun warga Panjatan yang kontak dalam penelusuran dan dirawat di RSA UGM.
“Hari ini ada dua penambahan kasus baru. Namun kontak penyebab penyebaran COVID-19 ini masih dalam penelusuran,” kata Baning.
Ia mengatakan hari ini, ada satu pasien terkonfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia, yakni KP-248 warga Nanggulan yang dirawat di RSUD Wates. “Pasien terkonfirmasi COVID-19 yang meninggal memiliki penyakit penyerta diabetes melitus” katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulon Progo, total suspek sebanyak 2.230 dengan rincian 25 probable meninggal dunia, 257 konfirmasi, dan 1.948 discarded. Dari 257 konfirmasi rinciannya, yakni 11 isolasi rumah sakit, 38 isolasi mandiri, 200 sembuh dan delapan meninggal dunia.
Kemudian sebaran pasien terkonfirmasi COVID-19 di setiap kecamatan/kapanewon, yakni Kokap 42 kasus, Wates 40 kasus, Pengasih 35 kasus, Lendah dan Sentolo masing-masing 28 kasus, Temon 22 kasus, Galur 17 kasus, Panjatan 16 kasus, Nanggulan 14 kasus, Kalibawang tujuh kasus, Girimulyo empat kasus, dan Semigaluh tiga kasus.
“Kecamatan yang mendapatkan perhatian khusus karena pola penambahannya Kecamatan Nanggulan dan Samigaluh. Awalnya kecamatan ini kasusnya sedikit, namun November ini terjadi peningkatan,” katanya. (Ant/Cakram)
