Pelaku Pariwisata Harus Kreatif Tarik Minat Wisatawan

YOGYAKARTA, Cakram.net – Kota Yogyakarta mempunyai potensi dan nilai kepariwisataan yang cukup besar, tetapi di tengah pandemi COVID-19 industri pariwisata mendapat hantaman cukup besar karena masih ada pembatasan kerumunan dan penerbangan luar negeri. Untuk menumbuhkan sektor pariwisata yang harus diprioritaskan adalah wisatawan-wisatawan lokal.

“Tetapi hal ini tidaklah mudah karena untuk memikat minat para wisatawan lokal ini, kita harus kreatif, memberikan inovasi-inovasi baru yang unik dan berpotensi menarik minat wisatawan,” jelas Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Belanja Wisatawan yang difokuskan pada stakeholder pariwisata Kota Yogyakarta di Hotel Nueve Yogyakarta, Rabu (16/12/2020), dikutip dari warta.jogjakota.go.id.

Menurut Wawali, di masa pandemi ini banyak orang mengubah perilaku wisatanya. Jika dulu berkunjung hampir ke semua destinasi wisata, di masa pandemi ini lebih banyak fokus pada destinasi wisata yang diinginkan saja.

“Sehingga kedalaman destinasi, eksplorasi, kreasi sangat dibutuhkan. Ketika mengandalkan wisatawan lokal maka perilaku atau layanan yang disajikan juga harus disesuaikan,” ungkapnya.

Terkait dengan belanja wisatawan, Heroe Poerwadi menuturkan, Pemkot Yogyakarta telah mencoba menggali kedalaman potensi-potensi wisata sembari meningkatkan perekonomian masyarakat dengan membuka jalur gowes. Selain itu, memberi penanda di gedung-gedung yang memiliki nilai sejarah.

“Kami telah membuka jalur sepeda atau gowes ke kampung-kampung dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, juga untuk memberikan nuansa berbeda kepada wisatawan. Kami juga memberikan penanda di gedung-gedung yang memiliki nilai sejarah dengan harapan setiap bangunan dan tanah yang ada di Kota Yogya ini kaya akan teks dan konteks sehingga wisatawan betah untuk berkunjung ke Yogya,” kata Wawali.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, mengatakan sektor pariwisata memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dampak ekonomi tersebut dapat diperoleh dari aktivitas belanja, makan minum, menginap, dan aktivitas wisata lainnya yang dilakukan wisatawan.

“Belanja wisatawan ini didasarkan atas pasokan dan permintaan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, dan di situasi pandemi saat ini, hal-hal tersebut perlu dirumuskan agar wisatawan yang datang ke Yogyakarta merasa tenang, nyaman dan puas, serta sektor pariwisata kita bisa bangkit kembali,” katanya. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *